Saturday, July 18, 2015

Mantan Kekasih

Satu jam tiga puluh menit sudah aku duduk manis dihadapannya. Mendengarkannya bercerita. Raut wajahnya terlihat bahagia sekali, sesekali bersemu merah. Matanya yang bulat menatap dengan penuh cinta laki-laki yang duduk disebelahku, mantan kekasihnya --- pacarku.

                           ***

+ kamu yakin, kamu mau ikut?
- yakin! Dia sendirikan yang bilang kalau kamu boleh mengajakku. Aku mau liat dia kayak bagaimana...

+ tapi, aku sama dia udah ga ada apa-apa...
- lah, siapa yang bilang kamu ada apa-apa sama dia? Aku hanya ingin lihat, dia seperti apaa?

+ yaudah, terserah kamu. Tapi, menurutku, lebih baik kamu ga usah ikut.
- nope. I'm with you.

                              ***

Disinilah aku, disebuah coffee shop dengan suasana nyaman, sofa empuk, ditemani oleh alunan musik jazz. Aku, kekasihku, dan juga mantan kekasihnya.

Ice Chocolate-ku sudah hampir habis. Namun, perempuan itu nampaknya belum ada rencana untuk mengabiskan perbincangan mereka.

Mereka...?
Yup. Mereka.
Bukan kita atau kami.

Mereka --- kekasihku dan mantan kekasihnya yang sedari tadi asyik berbincang, tanpa menghiraukan aku.

Aku tidak mengenal mantan kekasihku itu. Aku hanya mendengar kisahnya dari teman kekasihku dan dari kekasihku sendiri. Yang aku tahu hanyalah kisah bahwa mereka pernah bersama untuk waktu yang cukup lama, tapi harus berpisah karena berbeda keyakinan. Sampai sekarang, mereka masih berhubungan baik. Masalahnya, perempuan mana yang tidak kesal kalau tau kekasihnya masih berhubungan dengan mantan kekasihnya? Apapun alasannya.

                             ***

Aku melihatnya. Rasa itu masih ada. Sayang, cinta, rindu, kehilangan, sakit hati. Semuanya tergambar jelas di mata perempuan itu. Bagaimana dia menatap kekasihku, mantan kekasihnya. Bahkan lebih dari sekali aku mendapati wajahnya bersemu merah saat kekasihku tersenyum kepadanya.

Aku mulai merasa bosan. Tapi aku harus bertahan. Entah apa maksud dan tujuannya, aku harus bertahan mengikuti permainannya. Aku akan terus duduk disini, memberikan senyumku yang paling manis kepada perempuan itu, mantan kekasih kekasihku.

                              ***

Satu jam berikutnya berhasil aku lalui, dan akhirnya perbincangan temu-kangen-sialan itu berakhir.

Tanpa berbasa-basi panjang, aku dan kekasihku pamit pulang. Aku mencium pipi kanan dan kirinya. Sampai ketemu lagi yaa, kataku ramah. Kekasihku menggandeng tanganku dan mengajakku keluar dari coffee shop, dengan diiringi lagu "how deep is your love"

Sesaat sebelum mencapai pintu, aku menengok kebelakang untuk melihat perempuan itu, mantan kekasih kekasihku. Perempuan itu, duduk bersandar lesu di kursinya, sembari menatap nanar kursi didepannya, tempat kekasihku tadi duduk. Tidak ada lagi terpancar kebahagiaan di wajahnya. Mantan kekasih kekasihku seperti....

Yaa seperti kehilangan kekasih hatinya.

                       .: selesai :.

buat baradinito yang hari ini berulangtahun.







Thursday, July 16, 2015

Telepon

+ halo...
- yup. ada apaa?

+ kamu tahu ini aku?
- iyaa laaah. aku kan masih simpen nomor kamu...

+ ooh. aku kiraa udah diapus. kamu emangnya ga lagi sibuk?
- bersyukurlah karena sekarang hari rabu, pekerjaanku tidak sedang menumpuk dan aku lagi istirahat. jadiii, kamu mau berceritaa apaa?

+ aku merindukan mu, tahu!
- hahahas. sudaahlaah, aku tau bukan itu yang ingin kau katakan.

+ kenapa? sok tau, kamu! kamu udah punya perempuan lain ya?
- memangnya kamu peduli?

+ tentu sajaa aku peduli. aku mencintaimu!
- *menarik napas panjang* kamu tidak pernah mencintaiku, dan kamu tau itu. aku hanya sekedar obsesimu. kita sudah sering membicarakan hal ini, oke. jadii...ayo kamu mau bercerita apa?

+ ...
- heyy, kamu masih disitu? halo...

+ iyaa, aku masih disini. drama gaak, kalau aku bilang aku belum mendapatkan haidku, dan sebelumnya aku bercinta dengan dia...
- diaaa....? laki-laki itu? kamu masih berhubungan dengannya? beberapa waktu lalu, kamu bilang, kamu sudah tidak berhubungan dengannya...

+ iyaa siih. tapi, setelah itu dia meneleponku dan bilang, kalau dia mengingankanku...
- lalu, kamu bilang iyaa dan selanjutnya kalian bercinta, tanpa menghitung dulu waktu suburmu, begitu?

+ ...
- hahahas. semua laki-laki akan mengatakan hal yang sama kalau dia menginginkan seks.

+ heyy, kamu menertawakanku? semua laki-laki, termasuk kau dong yaa kalau begitu?
- kecualii aku laah. laluu bagaimana? maksudmu kau hamil?

+ entahlah. aku belum melakukan pemeriksaan apapun. semoga sih tidak...
- lalu, bagaimana dengan suamimu?

+ aaah iyaa, terima kasih sudah mengingatkan...
- aku tau. kau bercinta saja dengan suamimu, jadi kalau kau beneran hamil, yaaa itu anak suamimu. hahaha.

+ heh, ga ada lucu tau! tapi, aku sempat berpikir demikian.
- kamu nih ada-ada ajaa deh. nafsu itu selalu membuat semuanya tergesa-gesa, jangan sampai kau kehilangan akal sehatmu

+ iyaa, aku akan mengingat kata-katamu. baiklah, aku harus menjemput si kembar di tempat les ballet. terima kasih yaa sudah mau mendengarkanku.
- yeaah. bukan masalah. baik-baiklah.

+ sampai jumpa...
- yess, sampai jumpa...

#klik


Thursday, May 21, 2015

Broken Focus

Ingetkan, beberapa waktu lalu gue bahas prihal drama gak penting alias #unnecessarydrama. Ibarat mau ngasih bumbu ke masakan biar gurih, eehh malah kebanyakan naro bumbunya, alhasil masakan lo jadi gak karuan rasanya. Sama, hidup pake drama juga gitu. Kalau dramanya wajar-wajar ajaa, yaa seru ngerasainnya. Toh, kalau kata iklan sebuah kopi, “karena hidup punya banyak rasa...”, tapi kalau dramanya udah lebai dan mulai ga penting, yang repot bukan cuman diri lo sendiri doang, idup orang lain juga jadi tereret-eret.

Sebenarnya, kenapa sih bisa sampe kejadian drama-drama ga penting dalam hidup kita? Padahal kemarin kan bilangnya, harus punya visi misi yang jelas, niih misi visi gue udah jelas niih, zyyy. Tapi, kenapa hidup gue masih aja kebanyakan drama yang ga pentingnya daripada yang pentingnya.

Yuk, mari sama-sama kita bedah. Tahun 2015 harus level up doong. Harus dikurang-kurangin laaah drama-drama kehidupan yang ga penting.

Oke, buat jawaban pertanyaan yang tadi, jawabannya sangat simpel dan mudah, yaitu...

Broken Focus



Oke, gue jawab ala ala pelajaran Bahasa Indonesia, yaa...

Drama-drama ga penting dalam kehidupan kita bisa sampai kejadian karena broken focus, alias fokus yang terpecah.

Kenapaa begitu?

Gini loooh, sebenarnya bukan hanya bagaimana kita memulai, tapi bagaimana kita mempertahankannya dan membawanya sampai akhir.

Yang namanya tujuan awal pasti murni, pasti tulus, tapi seiring berjalan waktu, pas berjalan menuju ending, tujuannya mulai berubah.

Lo mau berbisnis. Untuk apa? Buat keluarga gue laaah. Buat anak-anak gue. Okeee. Lo giat kerjanya, pagi ketemu pagi, dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu, kalah circle K mah. Keluarga mulai protes, karena lo banyak ga punya waktu untuk mereka. Nah looh, tadi katanya lo kerja buat keluarga lo, kok sekarang lo malah ga punya waktu buat mereka?

Lo kepilih jadi pimpinan. Lo janji bakalan lebih ngedengerin aspirasi karyawan lo. Lo akan membawa mereka ke sebuah kehidupan yang sejahtera dan layak. Eeeeh, kok lama-kelamaan cuman hidup lo aja yang makin sejahtera yaaa? Mana janji-janji lo sama karyawan lo pas diawal mulai memimpin.



Paling zoonk niih yaaa yang inii niih...

Janji se-iya se-kata. Sehidup semati. Susah atau pun senang. Miskin ataupun kaya. Pokoknya aku akan selalu ada buat kamu deh. I love you to the moon and back, to the moon lagi, trus back lagi, moon lagi. Eeehh, pas usia pernikahan makin bertambah, masalah juga ikutan bertambah. Yang tadinya iyaa yuk, kita gandengan tangan, perlahan tapi pasti mulai ngelepas gandengan. Mulai to the moon, trus ga back back lagi. Ngendon ajaa di moon terus. Manaaa, janji suci di altarnyaaaa...manaaaa? Usia pernikahan juga masih cengek, belum ada apa-apanya, trus mau pisah?

Semua pada awalnya seems to be selfless. Semua tentang orang lain. Da aku mah apa atuuh, belakangan aja, yang penting kamu senang.

Kita mulai lupa tujuan awal kita yang tulus itu apa... begitu liat ada kesempatan baik, langsung aja belok tanpa tedeng aling.

Ni pasti pas lagi berkendara menuju goal-nya, Tuhan ditinggal di rest area nih pastii. Trus sisa lo nyetir sendiri. Udah deeeh, seenaknya aja deh nyetirnya, seruduk sana-sini yang penting nyampe.Mending kalau nyampe, laah ini malah berakhir entah dimana. Ilang.

Kalau kata seorang yang bernama Robb Thompson, all personal failure is the direct result of broken focus.

Kalau lo ngerasa ada yang ga nyaman, apalagi di hati lo. Lo harus mulai bertanya lagi sama diri sendiri. Kenapa lo melakukan apa yang lo lakukan sekarang? Apakah lo masih mencintai apa yang lo kerjakan sekarang ini? Yaa, kalau kata alm. Bob Sadino sih, kamu pergi pagi pulang malem, tapi ga ada hasil yang memuaskan, kamu kerja apa dikerjain siih? Tapi, kalau lo terlalu ngerasa nyaman juga sama tempat lo sekarang......hmmm, yaa siap-siap ajaa Tuhan bakal ngedobrak comfy zone lo. Gak usah sedih, ini biar lo level up hidupnya. Dibawa ketempat yang lebih baik lagi.

Sama, kayak hidup berumah tangga. Ketika si dia mulai bangkek-nya kayak apaan tauuk. Inget, kasih mula-mula. Kalian pertama kali janjinya apaa? Tujuannya apaa? Bukannya pernikahan itu memilih masalah seumur hidup. Hhahahas. Kidding!!!


Semua kejahatan dan semua kekacauan berpusat oleh selfish a.k.a egois a.k.a mementingkan diri sendiri. Always remember why you doing this in the first place.  



Monday, May 11, 2015

unnecessary drama

People loves drama. WE loves drama. Iyaaakaan. Kalau gak, mana mungkin Lee Min Ho, Park Shin Hye, dan semua kawan-kawannya yang dari negri ginseng itu laku bak kacang goreng. Kalau gak, mana mungkin sinetron disini bisa bertahan stripping sampai sekian episode, sampai sekian musim.

Hidup biar seru, emang perlu ada bumbu dramanya dikit. Dikiiit ajeee. Nah, masalahnya sanking kita sukanya sama tuu’ drama, terkadang tanpa kita sadari, yang awalnya kita jadi penonton setia, duduk manis megang kudapan and enjoy the show, malah jadi pelakon dalam drama tersebut. Yang lebih zonk lagii...mending kalau drama nya berbobot. Laaah, iniii #unnecessarydrama gitu. Drama-drama kacangan yang suka lo nyinyirin, malah kejadian sendiri sama lo. Meeeeen...malesin banget gak sih. Iyaaa kan, akhirnya lo sendiri kan capek. Kalau kata adik gue, “halel” – lelah.

Apalagi yeekan, usia makin bertambah dewasa, yaa malu aja gak sih, kalau masih terlibat #unnecessarydrama gitu. Yaa, emang sih hari gini, umur gak bisa jadi tolok ukur sebuah kedewasaan. Usia dewasa tapi mental kayak bocah. Adaa...banyaaak.
 
Tapi, semua itu balik lagi ke diri lo sih. Kalau lo ga mau terjebak dalam #unnecessarydrama yaa dewasa dong. Bukan secaara usia aja, tapi dalam bersikap, dalam mental, dalam pemikiran. Daaaaan ---- iniiiniih yang gak kalahpentiing ---- nyari pasangannya juga yang seimbang. Yang dewasa juga dalam sikap, mental, pemikiran.


Apalagi kalau udah urusan membangun rumah tangga. Kalau sampai dapet pasangan yang salah. Gileee, mau lu, seumur idup main drama gak penting gitu. Belom lagi kalau udah punya anak. Gak kesian tuh anak yang lahir tanpa dosa, ga paham apa-apa trus harus terlibat drama gak penting kalian. Cih! Ga usah nikaaah kalau tau gitu maah. Idup sendiri ajaa nooh di goa.

Nyarii pasangan idup, aga tricky juga siih sebenarnya. Pacaran sebentar atau lama, yaa gak jadi jaminan juga sih. Hmm, sedikit share yaa kalau dari pengalaman gue selama ini dan melihat drama kehidupan orang lain, khususnya yang udah berumah tangga. Komitmen, itu udah pasti laaah yaaa. Hal lainnya adalah visi misi bersama, sih. Tujuan kalian berumah tangga tuh apaa? Cita-cita, impian dan harapannya apa? Sama atau gak? Kalau udah sama, bagus berartii. Nah, cara merealisasikan visi misi nya itu yang kadang berbeda. Maksutnya sama, tapi caranya beda. Its oke. gaak masalah. Setiap orang diciptakan unik kan. Kalau udah gitu, tinggal di komunikasikan aja dengan baik. The last but not least, let God to seat in ur driver’s seat. Visi misi udah sama. Nah, biar Tuhan yang duduk di bangku setir. Kita jalanin pake cara dan arahan Tuhan. Cara Tuhan kayak gemana? It will be awesome and will blow ur mind but the ending absolutely definitely a happy ending. Everything will be wonderfull at the time. AMEN!

By the way, melihat banyaknya kisah nyata dalam drama kehidupan yang super lebai, gue suka bertanya-tanya...sebenarnya, drama di sinetron yang berkaca dalam kehidupan nyata sehari-hari, atau drama kehidupan kita yang berkaca sama drama di tv-tv sih? ngerti gaa maksut gue? yaa gitu deh. hahahhas




Ps: thanks to Kaa MayaSeptha yang ngasih ide buat tulisan ini 


Friday, March 20, 2015

pertama kali...

waitt...sebelum imajinasi lo semakin liar, gue mau kasih tau dulu... ini bukan pertama kalinya anak gede yaaa. hmm, u know laaah, kayak pertama kali lo kissing, pertama kali lo mimpi basah, pertama kali lo mens, atau pertama kali lo ml. bukan, dan ga peduli juga gue tjooy.. hahahas.
kali ini aga ngebahas alaala parenting gitu lah. pertama kali-nya bocah2 gitu. kayak pertama kali lo ajak anak lo nonton ke bioskop.

banyak yang bertanya-tanya, kapan ideal-nya ngajak anak nonton ke bioskop?

gue ga bisa ngasih jawaban spesifik sih. gue bukan dokter anak soalnya. tapii, berdasarkan pengalaman yg sudah-sudah...gue ngajak krucils nonton itu setelah usia mereka diatas satu taun. itu aja, dengan konsekuensi bersiap siaga kecewa kalau si anak bosen dan maksa ngajak keluar bioskop. hahaahhas. yaaa namanya juga bocah yeekan. mau duduk manis 15 menit aja udah okeeh banget.

nah, terkadang kalau ngajak anak ke bioskop itu, yang ribet orang tua-nya, bukan anaknya.

gini loh maksutnya, sedari dini ajarin anak lo kalau nonton di bioskop itu, harus tenang. tenang itu dalam artian, ga ngobrol selama pertunjukkan berlangsung, ga tendang2 kursi depannya, ga angkat kaki ke kursi depannya, dan ga goyang2in kaki pas lagi duduk.

ga ngobrol -- oke, mungkin aga sulit. tapi sebelum film mulai ada baiknya lo jelasin dulu keadaan di dalem nantinya kayak apa. bakalan gelap, suaranya bakalan keras banget, kamu jangan berisik yaa, yang nonton bukan cuman kamu aja, ada orang lain juga. kalau anak lo mulai bertanya, kasih penjelasan singkat, yang mudah dia pahami dengan suara berbisik dan plis, jangan ngarang cerita, abis itu suruh dia dia diem lagi. jangan ngejelasin dengan suara besar dah gitu buat cerita sendiri, ngeselin broo. pengen keliatan apa siih? ganggu iyeee... makanya nontonnya film yang bergenre anak2 aja.

ga tendang-tendang kursi depan -- mungkin ni si anak duduknya lagi tegak, ga senderan, trus dia excited karena tokoh idola muncul, trus dia mulai deh menghentakkan kaki. duk duk duk duk. gangguuuu deeekk!!! mending lo suruh anak lo duduk senderan lagi. yaaa minimal berenti nendang-nendang deh.

ga angkat kaki ke kursi depannya --- ini maksutnya ga taro kaki gitu di senderan kursi orang depan. yaa harusnya sih ga nyampe yaa kakinyaa. secara kan kaki bocaah masih pendek gitu.

ga goyang2in kaki pas duduk --- klo lo gerak2 di kursi lo, kursi sebelah sampai aga 2 atau 3 kursi setelahnya itu goyang juga. semacam ga nyaman gitu loh. klo sederetan lo keluarga lo semua sih yaaa terserah yaa...klo ada orang lain kan ga enak.

meeen, i'm so nyinyiiir. hahahas. tapii yaa cuman share ajaa siih. kalau ga suka ya udah ga usah di nyinyirin balik.

ayah dan bunda, mereka memang anak-anak, karena itu mereka masih bisa diajarin, dididik untuk sopan dan saling menghargai, di tempat umum.

bhay!