Monday, August 15, 2016

cerita tentang setengah dan utuh

kemarinan pas denger berita prihal "full day school" yang diwacanakan sama mentri pendidikan kita yang baru, gue semacam yang cuek gitu yeekan. Semacam ga ambil pusing. Tapi kok melihat dari tanggapan masyarakat yang cukup heboh, gue jadi kepo dong dengan maksud si pak mentri prihal "full day school", secara yang gue tau itu (waxing) full leg dan ½leg. Hehehehe.


Udah googling, daaaan yaaa rame bener yaaah. Hehehe.

Full day school atau kokurikuler, semacam sehari penuh di sekolah. Masih wacana. Masih harus diuji dan dikaji. Klo cocok dipake, klo ga cocok yaa ditarik lagi, trus nanti akan dicari pendekatan dengan cara lain yang lebih efektif.

Menurut sumber berita yang gue baca disini niih (( edukasi.kompas.com/read/2016/08/08/12462061/ini.alasan.mendikbud.usulkan.full.day.school.#page1 )) , kata beliau sih mau diterapkan kokurikuler ini, biar anak-anak itu ga liar, setelah pulang sekolah, apalagi yang ortu nya pada kerja. Yaa, klo prihal yang itu sih, jadinya menyangkut masalah karakter yaa.

Hihihi antara lucu dan miris yaa. Masaa liar sih pak. Jatohnya jadi kayak hewan keluar kandang gitu. Liar.

Jadi gini. Kalau bahas masalah karakter. Semua itu berawal dari lingkaran kecil yang dinamanya rumah.

Mau anak lo mentalnya tempe. Mau anak lo mentalnya baja. Mau anak lo liar kayak tarzan. Mau anak lo kalem kayak putri/putra raja. Itu semua tergantung dari gemana lo mendidik dia dirumah.

Jadi, mau entah itu seharian penuh disekolah atau cuman setengah hari, yaaa klo lo ga mendidik dia dengan baik, yaaa bubar jalan deh. Justru, makin dikekang dengan jadwal "harus seharian disekolah", yang liar itu nanti akan makin tricky, gemana caranya biar bisa cabs dari sekolah. 

Yaaelaah, yang sekolahnya lagi ada occasion dan ga ada kegiatan belajar mengajar ajaa bisa seperempat isi kelas ga masuk...apalagi yg ada judul wajib seharian di sekolah...bye aja itu mah. Heheheh

Yang ortunya kalemannya dirumah aja, ga jadi jaminan juga tuh anaknya berkarakter baik. Ortu dirumah tapi sibuk ngerjain yang lain..anaknya diurus sama bedindenya. Atau, dia yang urus sendiri sih...tapi super dimanjain, apa2 di iyaaa in --- sebelum ngerengek udah dikasih yang dimau, apa2 dibelain --- jatoh sendiri gegara kaki nya keselimpet sendiri, malah nyalahin ubin..bilangnya ubinnya nakal. bah! 

Jadii, kalau pake alasan membentuk karakter...hmm itu aga rancu juga sih yaa~~

Nah, hal lainnya adalah kalau mau full day school gitu, harus didukung juga dong dari fasilitas dan sdm guru, harus yang mumpuni. 

Sistem pendidikannya harus compatible sama kualitas guru dan fasilitas sekolah. 

Ibarat pokemonGo versis awal yang ga compatible sama asus, bisa di install tapi ga bisa dimainin. Sama aja bohong kan. Diterapkan di sekolah tapi ga bisa dijalanin.
Sama aja bohong, seharian di sekolah tapi kebanyakan jam kosong, atau malah disuruh ke perpus mulu, atau disuruh nonton film terus. Elaaaah...itu mah dirumah juga bisa. Ahahahahs. Malah keleleran di sekolah justru ga penting banget. Mending pulang kerumah bobo siang atau ikut les apa kek.

Lagian nih yaaa...seperti yang udah pernah gue bahas di post sebelumnya ( Anak, Sekolah dan Problematikanya ), kan gue pernah bilang, sekolah itu selain tempat belajarnya hal-hal formal, banyak juga hal-hal informal lainnya yang bisa kita dapet. Info-info nyeleneh yang ga didapat dari orang tua, yang justru di dapat dari cerita-cerita antar teman. Yaaah, you know laah info-info macam gituh. Hahahahas.


Anywaaay, sekolahan kan banyak yah di indonesia. Klo gonta/i kurikulum gitu kan aga rempong gitu yaa. Gue aga punya saran nih...tapi yaa maaf2 aja yaa klo sarannya aga bodoh..maklum yeekan saran dari rakyat jelata yg asal jeplak ajaa...

Jadi saran gue adalah kenapa pemerintah ga bangun sekolah contoh aja sih. Dari sd sampai smp dan yang genre nya negeri/swasta/madrasah gitu. nah, namanya juga sekolah contoh jadi itu untuk trial and error kebijakan2 dibidang pendidikan. Diterapkan dan diaplikasikan kurang lebih tiga sampai enam bulan. Kalau ok, baru disosialisasikan ke khalayak, kalau gak ok yaa ga usah. Cari sistem lain lagi. Hehehe. Ga ok yak. Hahahas.

Nah, jadii kesimpulannya adalaaaaah...kayaknya gue ga setuju deh dengan fullday school itu kalau ga didukung dengan guru, fasilitas sekolah dan kegiatan sekolah yang mumpuni. Yang sekarang ajaa, buat gue masuk sekolahnya kepagian... haahahahs. Jaman gue sekolah ajaa, jam 7 itu udah pagi banget loh. Kurangin laaah...aga jam set7an kek bel nya...tapi mulai belajar jam 8. Itu aga efektif sih menurut gue. Hahhaahs.

Udah aaah daripada gue makin sotoy. Kira-kira gitu laahh...

Monday, May 30, 2016

Caption Menarik dari Instagram Maya Septha

Keuntungan Tidak Melakukan Hubungan Seksual Sebelum Menikah:

1.Kamu mengkomunikasikan kepada pasangan bahwa kamu bisa mengendalikan diri. Hanya orang dewasa yang bisa mengendalikan diri. Artinya kamu bisa dipercaya.

2.Pasanganmu tahu kamu tidak sembarangan. Kalau di luar pernikahan kamu bisa melakukan dengan yang bukan suami, apa jaminannya setelah menikah kamu tidak akan melakukannya dgn yg bukan suamimu. Begitu juga sebaliknya.

3.Jika saat pacaran kamu terbukti bisa mengendalikan diri, setelah menikah kamu akan lebih tenang karena tau ia tidak sembarangan. Ada banyak saat dimana tidak bisa melakukan hub seksual dlm pernikahan (misal hamil muda, setelah melahirkan, sedang sakit, dsb) Dan kalau dlm keadaan begitu lalu pasanganmu pulang larut, atau harus keluar kota, kamu tidak perlu khawatir dia melakukan yg tidak seharusnya.

4.Kamu tidak punya perbandingan. (Si A lebih ini. Si B lebih itu. Dan bikin kamu ga bahagia dgn yg ada) Pasanganmu adalah yang terbaik. Begitu juga kamu adalah yg terbaik utknya karena tidak pernah ada orang lain.

5.Ngga perlu takut hamil di luar nikah, kena penyakit seksual, ngga akan ada aborsi, ngga akan ada pernikahan terpaksa dan anak2 yang jadi korban orangtua yg tidak siap punya anak. Masadepanmu juga ga harus dikorbankan utk urus anak di saat ga siap.

6.Kamu tau kamu dinikahi karena ia mencintaimu. Bukannya bertanggungjawab secara seksual atas kamu.

7.Hubungan seksual sebelum menikah itu menipu. Karena tidak ada tanggungjawab dan beban apapun sebelum menikah. Sehingga jika keseruan itu hilang setelah menikah, itu karena kamu punya perbandingan keadaan.

8.Itu hadiah dari Tuhan untuk pernikahan. Jika hadiahnya sudah kamu ambil duluan, apa lagi sisanya?

Tuhan membuat peraturan untuk kebaikanmu. Supaya hidupmu tenang dan hatimu damai.

Friday, April 29, 2016

percakapan bodoh dengan si patah hati

+ lo pernah ga ngerasain kangen, yang kangen banget-bangetan, sampe lo tuh secara fisik ngerasain sakit?

- this is about stranger guy, again? hahaha gue kiraa udah kelar. Ternyataaa masihh ajeee....

+ *menghela napas panjang*

- sudahlaaah. lupakan saja. Menurut gue ini kisah cinta lo yang paling ga masuk akal.

+ heh..love story could begin anywhere, tauk!

- iyaa tapi gak kayak gini juga sih. Lo liat mukanya aja belom pernah. bahkan denger suaranya pun belom pernah kan...

+ yaaasihh. Tapi dia buat gue nyaman. Gue ga peduli sama tampangnya mau secakep Tora Sudiro kek, atau mau sejelek Gerald Butler kek.. i'm gonna still love him. He's my comfort zone.

- omong kosong. Lo pasti ilfil klo tau kenyataan bahwa orang itu jelek. Gak ada orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama karena liat kepribadiannya. Semua orang jatuh cinta pada pandangan pertama, karena dia liat orang itu cantik atau tampan. Selain ituu, Narji tuh jelek. Gerald Butler mah ganteng.

+ kok lo jahaat banget sih ngomongnya...

- gak jahat. Tapi emang gitu kenyataannya. Yaaah, nanti juga lama-lama lo sembuh sendiri. Time heals, kok. Tenang aja yaa.. *pukpuk*

+ yeaah. time heals but heart never forget. Yaa, gue sekarang emang udah mulai terbiasa sih. Hanyaa, terkadang suka ada satu titik, yang rasanya kosong.

- hmm...masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, untuk melupakan. Tapi, mau atau tidak mau, untuk melupakan. Nah, berhubung lo udah banyak memakai porsi hati lo untuk 'berpikir' mengenai hal ini, which is hati diciptakan bukan untuk berpikir karena dia ga punya otak. Jadiii yaaaa, gemanaa dong? Hahaha. Gue jadi ikutan bingung

+ tapi, sekarang gue kangen banget sama dia. Gue kangen bercandannya dia. Kangen sweet talk-nya dia. Walaupun hanya lewat bahasa tulisan, i know he spoiled me. Dan, dia pendengar yang baik. Seharian nemenin gue yang membosankan ini dan dia ga bosen.

- lo itu ga kangen sama dia, as a person, because you don't know him, dear. You just missed the moment. The moment you shared with him. That's all. This is not love. This is just a fling. Soon you will be get over it.

+ tapi.. ini bukan fling. This is true what i feel...

- ssssttttsss!!! Cukup. Tau gak, selain anak kecil, ada tiga jenis orang yang susah diajak ngomong. Satu, orang lagi mabok. Dua, orang lagi jatuh cinta. Dan, tiga, orang lagi patah hati. Nah, lo kan termasuk bagian dari orang ketiga nih. Jadiii, percuma lah gue kasih lo input kayak apaa juga.. tetep deh ga akan masuk ke otak lo. Jangankan ke otak. Masuk telinga pun kayaknya engga.

+ kenapaa sih jahaat banget kayak Rangga. Ini looh hati gue lagi meranaa tauuk. Hibur kek. Apaa kek.

- hahaha. Tuhhh kan tuuh kaan. Susaah udah. Dinikmatin aja lah patah hati-nya. Kalau berani jatuh cinta, udah sepaket mesti siap patah hati. Udeeeeh... ga usah sedih-sediih. Muka lu ga cocok buat yang sedih-sedih. *pukpuk*

Sunday, April 3, 2016

Anak, Sekolah dan Problematikanya

Sesaat pas gue mau nulis tentang ini, gue bingung juga mau ber-prolog seperti apa. Bingung juga mau menyampaikannya gemana. Padahal gue udah on fire banget nih. On fire yang klo lo baca dengan intonasi yang salah, lo akan menangkapnya kenyinyiran gue. Hahahas as usual laah ya.

Hmmmkeeeey, jadi begini ceritanya.

*mohon maaf kalau ada pembaca yang keki karena penulisan 'keeeyyyy'. Aku padamu*

Lanjut...

Berawal dari kisruh ortu murid kelas anak gue, yang bawel mau ngajakin rapat karena katanya ada kasus. Yang kemudian di imbuh kan oleh beberapa ibu-ibu yang mengatakan, "ayolaaah, demi anak-anak kita..."

Gue aga deg2an nih. Ada apaa.. adaa apaaa.. apa ada cinta dengan rangga? Apaa #adaAqua mungkin? Imajinasi gue udah berspekulasi sedemikian jauh ngebayangin anak kelas dua es de tuh klo berkasus apaan sih kasusnya.

Tapiiii, teteeep. Gue ga datang. ^^v hahahas.

Gue emang termasuk deretan ortu yang cuek klo ada begitu-begituan di sekolah. Entahlah...mungkin di deretan itu hanya ada gue dan nyokap gue kayaknya. Hahahas. Gue lebih sebagai penonton aja sih. Pokoknya, anak gue sekolah yang baik, yang pinter. Trus gue dan suami gue sebagai orang tua kebagian bayar uang sekolah. Udah. Males deh ikut2an rapat inilaaah, rapat itulaaah. Tiap hari nongkrong disekolah, bukan untuk urusan anak, tapi karena ada "kepentingan".

Emang ada yang kayak gitu?

Nih gue kasih tau. Ada. Dari jaman gue masih sekolah, sampe skarang gue sekolahin anak gue... ada ajaa tuh orang tua yang repot banget hidupnya. Pertemanan dikalangan orang tua murid itu fake, saudara-saudara. Hahahahas. Hidup berasa banget kerasnya klo lo terlalu attach sama genk emak-emak disekolahan. Lebih sadis daripada genk senioritas di sma.

*Beuuh gilaa, berasaa ga gue on fire banget*

Prolog gue udah kejauhan banget nih. Padahal yang mau di sharing-in bukan intrik pertemanan emak-emaknya, tapi kasus yang terjadi.

So, kasus yang terjadi adalaah beredarnya pemakaian F word dan B word yang sudah menjadi kata sehari-hari. Bahkan, mereka udah tau mesti ngacungin jari apaa klo ngomong. Trusss, gong-nya niih, ditemukan gambar tangan cewe naked.

Langkah yang diambil buibuk ini adalah dengan membuat surat petisi ke kepala sekolah untuk minta ditindaklanjuti. Ditindaklanjuti ini dalam artian, supaya guru-gurunya lebih waspada gitu laah sama hal-hal macam ini, trus diadakan dialog gitu ke murid kelas besar.

But, in my opinion, langkah para ibuk ini terlalu berlebihan.

Memang menjadi tanggung jawab sekolah, karena terjadi di lingkungan sekolah, tapi menurut gue ga perlu sampai menyudutkan pihak sekolah dengan membuat petisi segala. Hal-hal seperti itu muncul dari bagaimana si anak dididik di rumah dan bagaimana lingkungan bermain dirumah. Semua berawal dari rumah, moms.

Yaa, memang sekali anak gue pernah nanya soal F word dan middle finger. Yaudah, gue jelasin klo itu umpatan kasar dan kamu ga boleh kayak gitu. Kalau ada temen yang kayak gitu, kamu diemin ajaa. 

Para ibuk itu lupa kali yaaa jamannya mereka sekolah. Sekolah kan selain kita dapet pelajaran yang formal, kita juga dapet pelajaran informal yang ga mungkin ortu kita ajarin. Hahahahas. Beneraaan deh.

Gue masih inget kok, pas gue sd, ada temen cowo gue yang nunjukkin gambar bokep ke gue. Trus gue yang "kyaaaaaaa....iiihhh apaaan sih", sambil gue jorokkin dia.

Itu jaman gue sd loh. Itu temen gue, ngeprint gambar bokep trus dia bawa kesekolah. Apalagi jaman sekarang kan.

Kita sebagai orang tua memang mesti aware dan concern, tapi tetep ada batasnya. Jangan berlebihan kek gitu. Waktu anak di sekolah cuman sebentar loh. Sebagian  besar waktu anak ada drumah. Belom lagi klo anaknya pake les-les an kaaan. Nah, di tempat les itu dia akan ketemu temen yang beraneka ragam lagi background kehidupannya.

Gue bukannya mau ngentengin masalah ini yaa. Sedih juga memang, melihat anak kelas dua es de sudah piawai memainkan jari tengah nya dan sudah fasih sekali melafalkan kata F dan B word. Tapi, yaaa kita memang ga bisa menghindari itu. Itu balik lagi ke gemana anak kita dibekali dari rumah dan bagaimana lingkungan mainnya dia.

Dan percuma juga kalau guru-guru mesti kasih pengawasan ekstra atau mengadakan dialog. Karena pasti akan ada masa nyaa sih, anak akan mengetahui hal-hal nyeleneh, dan itu bisa diketahui jelas-jelas dibawah idung lo tapi lo ga nyadar.

Makanya, hubungan antara anak dan orang tua itu emang perlu banget. Gak hanya sekedar hubungan doang, tapi ada kedekatan juga. Dimana, ketika anak curhat atau bertanya sesuatu hal yang baru, kita ga serta merta marah dan menuduh sekolah memberikan pengaruh yang buruk. Percayalah, ga ada sekolah yang memberikan pengaruh buruk. Mau dia sekolah katolik atau kristen ataupun sekolah dengan digit tertentu, akreditasi A, B atau AB atau O -- eh itu golongan darah yaa -- yaaa apapun itu institusinya, pasti adaa ajaa masalah kayak gitu, tinggal gemana anak kita dapet pembekalan dari rumah ajaaa~

Dan untuk prihal gambar perempuan naked~ memang itu sudah termasuk hal pornografi. Tapii, gue aga kurang setuju klo seutuhnya menyalahkan sekolah, karena sekolah ga mungkin ngajarin kayak gitu kan. Si anak cuman 4 jam loh disekolah. Selebihnya kan dia dirumah sama orang tuanya. Anak yang gambar itu mesti ditanya, liat seperti itu darimana, kok dia bisa membuat ilustrasi demikian. Abis itu diarahkan ke info yang baik dan benar. Jangan langsung di judge yang enggak-enggak. Tau kaan, anak semakin dilarang, semakin dia kepo.

Berdialog secara pribadi antara orang tua dan anak akan jauh lebih efektif, ketimbang sekolah yang ngajak berdialog dalam jumlah besar. Kayak mau dengerin ajaaa anak kelas besar-nya. Dan, yaaa dari pihak sekolah, guru-guru yang kalau mendengarkan ada keluhan dari anak lain atau mendengar secara langsung, bisa segera ditegur atau yaa dpanggil secara pribadi.

Gitu deh kira-kira. Semoga bisa jadi pembelajaran bersama yaaa~

Problemnya anak gue cuman satu sih. Pensil sama penghapusnya doyan banget ilang. Itu bikin gue marah besar. Pensil sama penghapus tuh ga murah loh! Harga pensilnya dia sekotak bisa dapet komik satu buat gue. Grrrrr.

Wednesday, March 30, 2016

Late Conversation

,,Sebenarnya, hubungan kita ini apa sih?''

,,Kita ga ada hubungan apa-apa"

,,Maksut kamu, semua ini fake?"

,,Yup. Fake relationship. Awalnya ini semua bercandaan aja kan? Sejak kapan ini jadi real sih?,,

''Huft. Thats tough question. Entahlaah... yang pasti aku mulai nyaman bersamamu. Hmm kita ga bisa buat ini jadi real-kah? Aku tau kalaupun ini jadi real, ga akan dibawa kemana-mana juga. But, at least we can try"

,,So sorry, baby. We can't''

,,Then we can't be friends anymore"

,,Why? I will walk through hell with you"

,,Walk through hell, bagaimanaa? Kalau hell nya itu kamu..."

,, ... "

,,Baiklah. Aku rasa yaa memang sudah seharusnya sudah. Terima kasih untuk waktu singkat yang sangat menyenangkan. Salahku. Ga bisa maintain perasaan"

,,Aku juga minta maaf. Take care yaa. Hmm... and see you around"