Wednesday, September 2, 2015

.: september :.

Heyyhooo...

Maafkan yaaa, blog kali ini bukan tentang parenting ala-ala ataupun share pemikiran tentang sesuatu ataupun secuplik imajinasi absurd dari otak gue. Ngaaahahs 

Post kali ini semacam kode gitu deh. Iyaaa nih, besok udah September. Bulannya akooh!!! Yup yup aku ulang taun. Yeaaays!!!!

Dan taun ini, 12 September jatuh pas di hari sabtu ajaa looh. 

Naaaah, surprise in aku doong.

Jiiiaahhh...gituuuu. sedih amat zyyy! Hahahas

Siapa sih yang ga suka dapet kejutan. Apalagi perempuan kan seneng banget klo dikasih kejutan. Naah, gue perempuan jadiii yaaa seneng juga doong kalau dikasih surprise, yeekan. Haahahs.

Dulu, klo ada temen yang ultah, gue selalu jadi teman yang ngasih ide buat ngasih kejutan, sibuk siapin ini itu, tapi pas gue sendiri yang ulang taun, krikkrik gitu. Bahahahahs. 

Di benak gue semacam banyak ide seru bikin kejutan. Tapi, akhirnya idenya gue kasih orang lain yang mo kasih kejutan buat temennya -____-" ngahahahahS. 

Sebenarnya, pas gue ultah ke 19, gue dapet surprise dari pacar dan dari bestie gue. Tapi saat itu gue fuck up banget sih, jadi bukannya happy malah ngerasa bersalah. Hahahahahs. Daan, nampaknya itu jadi surprise pertama dan terakhir dari si pacar deh, karena sampai sekarang udah ga pernah dikasih surprise lagi pas ulang taun. ��������

Oohiyaaa. Kemarinan itu gue share beberapa cerita. Secuplik imajinasi dari otak alter ego gue. Haahahahs. Sebenarnya, masih ada dua cerita nih. Tapi, yang satu masih dalam proses pengerjaan. Pengen banget gue share di blog, tapii aga nyeleneh siih ceritanya. Nanti dihujat lagi. Gue belum siap menerima hujatan dalam ranah publik -- sosial media soalnya. Haahahs. Kisahnya tuh erotic romantic alaala kisah mr grey sama ana gitu deh.

Yaudaah jadi gitu laah.
bhaaayyyy

akoohh maooo iniih!!!
Vanila Cupscakes with Nutella Butter Cream Frosting
by @cupcakes_co


Sunday, August 23, 2015

Hening yang Mencurigakan

Jadi ibu kadang suka serba salah juga kalau menghadapi kelakuan anak2nya yang super outstanding. Yaa gak serba salah juga sih, hanyaa yaaa harus lebih pintar dan cerdik aja.

Tapi yaa emang kadang sang ibu juga suka dihadapkan pada situasi yang serba salah. Misalnya, situasi terlalu gaduh versus situasi terlalu hening.

Buat yang punya anak lebih dari dua, pasti ngerasain banget, saat-saat dimana anak-anaknya lagi fully charged dan  lagi pada asik main kejar-kejaran, diiringi dengan jejeritan riang gembira ala lengkingan mariah carey.

Men, ituu rasanyaa kepala langsung pusing dan telinga pengang. Apalagi klo tinggalnya di kontrakan yang cuman skian meter kali sekian meter. Huft. Jangan tanya!

Dan biasanya setelah sesi larian riang gembira tersebut, beberapa saat kemudian akan disusul bunyi gedubrak, atau kedebum, yang selanjutnya akan terdengar suara lengkingan tinggi juga, namun berupa tangisan.

Belum selesai sampai situ...

Masih ada lagi lengkingan susulan...

Siapa lagi kalau bukan dari sang ibu..

"KAAAAANNNNN!!!! UDAH MAMA BILANG. JANGAN LARI-LARIAAAAAN. NANTI ADA YANG JATOH. BENEEEERRR KAAAAN!!!!"

Nah, ilustrasi diatas gak hanya dialami oleh gue seorang diri kan? *nyari temen*

Hahahahs...

Itu kalau sekalinya berisik, yaa sampai bising banget.

Tapi, situasi terlalu sepi, bahkan nyaris hening juga perlu diwaspadai, bunda *ala-ala web parenting*

Biasanya, anak kedua itu paling tricky. Paling outstanding kelakuannya. Adaa ajaa ide2 cemerlang yang buat kagum sodara2nya. Bahkan, sang kakak pun sanking kagumnya, akhirnya malah jadi ngikutin adiknya, bukannya ngelarang atau ngasih tau-in.

Sering kejadian sama gue soalnya. Kecolongan situasi hening-curiga mpe 3x pas raisya umur .... Hmmm ... Yaaa antara setaun sampai dua taunan lah.

Kecolongannya yaa karena gue lagi asik ngerjain kerjaan rumah, tapi yaa ada juga karena kebodohan gue sendiri sih. Hiks. Gue ketiduran...huhuhu. Abisnya ngantuk parah, bund!

Keheningan pertama ::
.: main bedak. Bedak diawur-awurin di lantai. Di peperin ke muka dan ke rambut.

Keheningan kedua ::
.: buka toples meses, trus meses nya diawur-awurin ke lantai. Tapi, masih dicomotin juga tu meses dari lantai.
.: gue ga ngerti, dia udah mahir banget buka toples meses diusia semuda itu. Kyaaaa...

Keheningan ketiga ::
.: yang ini barengan sama abangnya dia. Ijin mau makan kraft cheddar kan. Awalnya masih berisik tuh kan makannya. Sambil ngobrol sama radit. Tetibaan kok hening gitu. Tumben banget kan. Pas gue cek...itu keju dia potek2 kecil trus dia awur-awurin ke lantai. Kan jadinya nempel dan lengket kan. Mana lagi hamil nica pula. Beuuhh..jangaan tanya kelanjutannya gemana..

Keheningan keempat ::
.: yang ini gue ketiduran. Gue dbangunin radit. Kayaknya dia udah hopeless ngelarang sekaligus mencegah perbuatan raisya ...
.: raisya lagi tulis2in pintu kulkas pake sabun Lux. Gue ulang yaa. Dia lagi tulis2in kulkas pake sabun batang Lux.
.: sabun kan licin yaa. Trus itu jadi kayak krayon gitu nempel di pintu kulkas. Gue sambil nangis ngebersihinnya...

Begitulah pengalaman gue di situasi hening - membahayakan.

Jadi, mendingan anaknya berisik tapi jelas mereka ngapain atau hening tapi tiba-tiba rumah kebelah dua?

Saturday, July 18, 2015

Mantan Kekasih

Satu jam tiga puluh menit sudah aku duduk manis dihadapannya. Mendengarkannya bercerita. Raut wajahnya terlihat bahagia sekali, sesekali bersemu merah. Matanya yang bulat menatap dengan penuh cinta laki-laki yang duduk disebelahku, mantan kekasihnya --- pacarku.

                           ***

+ kamu yakin, kamu mau ikut?
- yakin! Dia sendirikan yang bilang kalau kamu boleh mengajakku. Aku mau liat dia kayak bagaimana...

+ tapi, aku sama dia udah ga ada apa-apa...
- lah, siapa yang bilang kamu ada apa-apa sama dia? Aku hanya ingin lihat, dia seperti apaa?

+ yaudah, terserah kamu. Tapi, menurutku, lebih baik kamu ga usah ikut.
- nope. I'm with you.

                              ***

Disinilah aku, disebuah coffee shop dengan suasana nyaman, sofa empuk, ditemani oleh alunan musik jazz. Aku, kekasihku, dan juga mantan kekasihnya.

Ice Chocolate-ku sudah hampir habis. Namun, perempuan itu nampaknya belum ada rencana untuk mengabiskan perbincangan mereka.

Mereka...?
Yup. Mereka.
Bukan kita atau kami.

Mereka --- kekasihku dan mantan kekasihnya yang sedari tadi asyik berbincang, tanpa menghiraukan aku.

Aku tidak mengenal mantan kekasihku itu. Aku hanya mendengar kisahnya dari teman kekasihku dan dari kekasihku sendiri. Yang aku tahu hanyalah kisah bahwa mereka pernah bersama untuk waktu yang cukup lama, tapi harus berpisah karena berbeda keyakinan. Sampai sekarang, mereka masih berhubungan baik. Masalahnya, perempuan mana yang tidak kesal kalau tau kekasihnya masih berhubungan dengan mantan kekasihnya? Apapun alasannya.

                             ***

Aku melihatnya. Rasa itu masih ada. Sayang, cinta, rindu, kehilangan, sakit hati. Semuanya tergambar jelas di mata perempuan itu. Bagaimana dia menatap kekasihku, mantan kekasihnya. Bahkan lebih dari sekali aku mendapati wajahnya bersemu merah saat kekasihku tersenyum kepadanya.

Aku mulai merasa bosan. Tapi aku harus bertahan. Entah apa maksud dan tujuannya, aku harus bertahan mengikuti permainannya. Aku akan terus duduk disini, memberikan senyumku yang paling manis kepada perempuan itu, mantan kekasih kekasihku.

                              ***

Satu jam berikutnya berhasil aku lalui, dan akhirnya perbincangan temu-kangen-sialan itu berakhir.

Tanpa berbasa-basi panjang, aku dan kekasihku pamit pulang. Aku mencium pipi kanan dan kirinya. Sampai ketemu lagi yaa, kataku ramah. Kekasihku menggandeng tanganku dan mengajakku keluar dari coffee shop, dengan diiringi lagu "how deep is your love"

Sesaat sebelum mencapai pintu, aku menengok kebelakang untuk melihat perempuan itu, mantan kekasih kekasihku. Perempuan itu, duduk bersandar lesu di kursinya, sembari menatap nanar kursi didepannya, tempat kekasihku tadi duduk. Tidak ada lagi terpancar kebahagiaan di wajahnya. Mantan kekasih kekasihku seperti....

Yaa seperti kehilangan kekasih hatinya.

                       .: selesai :.

buat baradinito yang hari ini berulangtahun.







Thursday, July 16, 2015

Telepon

+ halo...
- yup. ada apaa?

+ kamu tahu ini aku?
- iyaa laaah. aku kan masih simpen nomor kamu...

+ ooh. aku kiraa udah diapus. kamu emangnya ga lagi sibuk?
- bersyukurlah karena sekarang hari rabu, pekerjaanku tidak sedang menumpuk dan aku lagi istirahat. jadiii, kamu mau berceritaa apaa?

+ aku merindukan mu, tahu!
- hahahas. sudaahlaah, aku tau bukan itu yang ingin kau katakan.

+ kenapa? sok tau, kamu! kamu udah punya perempuan lain ya?
- memangnya kamu peduli?

+ tentu sajaa aku peduli. aku mencintaimu!
- *menarik napas panjang* kamu tidak pernah mencintaiku, dan kamu tau itu. aku hanya sekedar obsesimu. kita sudah sering membicarakan hal ini, oke. jadii...ayo kamu mau bercerita apa?

+ ...
- heyy, kamu masih disitu? halo...

+ iyaa, aku masih disini. drama gaak, kalau aku bilang aku belum mendapatkan haidku, dan sebelumnya aku bercinta dengan dia...
- diaaa....? laki-laki itu? kamu masih berhubungan dengannya? beberapa waktu lalu, kamu bilang, kamu sudah tidak berhubungan dengannya...

+ iyaa siih. tapi, setelah itu dia meneleponku dan bilang, kalau dia mengingankanku...
- lalu, kamu bilang iyaa dan selanjutnya kalian bercinta, tanpa menghitung dulu waktu suburmu, begitu?

+ ...
- hahahas. semua laki-laki akan mengatakan hal yang sama kalau dia menginginkan seks.

+ heyy, kamu menertawakanku? semua laki-laki, termasuk kau dong yaa kalau begitu?
- kecualii aku laah. laluu bagaimana? maksudmu kau hamil?

+ entahlah. aku belum melakukan pemeriksaan apapun. semoga sih tidak...
- lalu, bagaimana dengan suamimu?

+ aaah iyaa, terima kasih sudah mengingatkan...
- aku tau. kau bercinta saja dengan suamimu, jadi kalau kau beneran hamil, yaaa itu anak suamimu. hahaha.

+ heh, ga ada lucu tau! tapi, aku sempat berpikir demikian.
- kamu nih ada-ada ajaa deh. nafsu itu selalu membuat semuanya tergesa-gesa, jangan sampai kau kehilangan akal sehatmu

+ iyaa, aku akan mengingat kata-katamu. baiklah, aku harus menjemput si kembar di tempat les ballet. terima kasih yaa sudah mau mendengarkanku.
- yeaah. bukan masalah. baik-baiklah.

+ sampai jumpa...
- yess, sampai jumpa...

#klik


Thursday, May 21, 2015

Broken Focus

Ingetkan, beberapa waktu lalu gue bahas prihal drama gak penting alias #unnecessarydrama. Ibarat mau ngasih bumbu ke masakan biar gurih, eehh malah kebanyakan naro bumbunya, alhasil masakan lo jadi gak karuan rasanya. Sama, hidup pake drama juga gitu. Kalau dramanya wajar-wajar ajaa, yaa seru ngerasainnya. Toh, kalau kata iklan sebuah kopi, “karena hidup punya banyak rasa...”, tapi kalau dramanya udah lebai dan mulai ga penting, yang repot bukan cuman diri lo sendiri doang, idup orang lain juga jadi tereret-eret.

Sebenarnya, kenapa sih bisa sampe kejadian drama-drama ga penting dalam hidup kita? Padahal kemarin kan bilangnya, harus punya visi misi yang jelas, niih misi visi gue udah jelas niih, zyyy. Tapi, kenapa hidup gue masih aja kebanyakan drama yang ga pentingnya daripada yang pentingnya.

Yuk, mari sama-sama kita bedah. Tahun 2015 harus level up doong. Harus dikurang-kurangin laaah drama-drama kehidupan yang ga penting.

Oke, buat jawaban pertanyaan yang tadi, jawabannya sangat simpel dan mudah, yaitu...

Broken Focus



Oke, gue jawab ala ala pelajaran Bahasa Indonesia, yaa...

Drama-drama ga penting dalam kehidupan kita bisa sampai kejadian karena broken focus, alias fokus yang terpecah.

Kenapaa begitu?

Gini loooh, sebenarnya bukan hanya bagaimana kita memulai, tapi bagaimana kita mempertahankannya dan membawanya sampai akhir.

Yang namanya tujuan awal pasti murni, pasti tulus, tapi seiring berjalan waktu, pas berjalan menuju ending, tujuannya mulai berubah.

Lo mau berbisnis. Untuk apa? Buat keluarga gue laaah. Buat anak-anak gue. Okeee. Lo giat kerjanya, pagi ketemu pagi, dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu, kalah circle K mah. Keluarga mulai protes, karena lo banyak ga punya waktu untuk mereka. Nah looh, tadi katanya lo kerja buat keluarga lo, kok sekarang lo malah ga punya waktu buat mereka?

Lo kepilih jadi pimpinan. Lo janji bakalan lebih ngedengerin aspirasi karyawan lo. Lo akan membawa mereka ke sebuah kehidupan yang sejahtera dan layak. Eeeeh, kok lama-kelamaan cuman hidup lo aja yang makin sejahtera yaaa? Mana janji-janji lo sama karyawan lo pas diawal mulai memimpin.



Paling zoonk niih yaaa yang inii niih...

Janji se-iya se-kata. Sehidup semati. Susah atau pun senang. Miskin ataupun kaya. Pokoknya aku akan selalu ada buat kamu deh. I love you to the moon and back, to the moon lagi, trus back lagi, moon lagi. Eeehh, pas usia pernikahan makin bertambah, masalah juga ikutan bertambah. Yang tadinya iyaa yuk, kita gandengan tangan, perlahan tapi pasti mulai ngelepas gandengan. Mulai to the moon, trus ga back back lagi. Ngendon ajaa di moon terus. Manaaa, janji suci di altarnyaaaa...manaaaa? Usia pernikahan juga masih cengek, belum ada apa-apanya, trus mau pisah?

Semua pada awalnya seems to be selfless. Semua tentang orang lain. Da aku mah apa atuuh, belakangan aja, yang penting kamu senang.

Kita mulai lupa tujuan awal kita yang tulus itu apa... begitu liat ada kesempatan baik, langsung aja belok tanpa tedeng aling.

Ni pasti pas lagi berkendara menuju goal-nya, Tuhan ditinggal di rest area nih pastii. Trus sisa lo nyetir sendiri. Udah deeeh, seenaknya aja deh nyetirnya, seruduk sana-sini yang penting nyampe.Mending kalau nyampe, laah ini malah berakhir entah dimana. Ilang.

Kalau kata seorang yang bernama Robb Thompson, all personal failure is the direct result of broken focus.

Kalau lo ngerasa ada yang ga nyaman, apalagi di hati lo. Lo harus mulai bertanya lagi sama diri sendiri. Kenapa lo melakukan apa yang lo lakukan sekarang? Apakah lo masih mencintai apa yang lo kerjakan sekarang ini? Yaa, kalau kata alm. Bob Sadino sih, kamu pergi pagi pulang malem, tapi ga ada hasil yang memuaskan, kamu kerja apa dikerjain siih? Tapi, kalau lo terlalu ngerasa nyaman juga sama tempat lo sekarang......hmmm, yaa siap-siap ajaa Tuhan bakal ngedobrak comfy zone lo. Gak usah sedih, ini biar lo level up hidupnya. Dibawa ketempat yang lebih baik lagi.

Sama, kayak hidup berumah tangga. Ketika si dia mulai bangkek-nya kayak apaan tauuk. Inget, kasih mula-mula. Kalian pertama kali janjinya apaa? Tujuannya apaa? Bukannya pernikahan itu memilih masalah seumur hidup. Hhahahas. Kidding!!!


Semua kejahatan dan semua kekacauan berpusat oleh selfish a.k.a egois a.k.a mementingkan diri sendiri. Always remember why you doing this in the first place.