Monday, May 30, 2016

Caption Menarik dari Instagram Maya Septha

Keuntungan Tidak Melakukan Hubungan Seksual Sebelum Menikah:

1.Kamu mengkomunikasikan kepada pasangan bahwa kamu bisa mengendalikan diri. Hanya orang dewasa yang bisa mengendalikan diri. Artinya kamu bisa dipercaya.

2.Pasanganmu tahu kamu tidak sembarangan. Kalau di luar pernikahan kamu bisa melakukan dengan yang bukan suami, apa jaminannya setelah menikah kamu tidak akan melakukannya dgn yg bukan suamimu. Begitu juga sebaliknya.

3.Jika saat pacaran kamu terbukti bisa mengendalikan diri, setelah menikah kamu akan lebih tenang karena tau ia tidak sembarangan. Ada banyak saat dimana tidak bisa melakukan hub seksual dlm pernikahan (misal hamil muda, setelah melahirkan, sedang sakit, dsb) Dan kalau dlm keadaan begitu lalu pasanganmu pulang larut, atau harus keluar kota, kamu tidak perlu khawatir dia melakukan yg tidak seharusnya.

4.Kamu tidak punya perbandingan. (Si A lebih ini. Si B lebih itu. Dan bikin kamu ga bahagia dgn yg ada) Pasanganmu adalah yang terbaik. Begitu juga kamu adalah yg terbaik utknya karena tidak pernah ada orang lain.

5.Ngga perlu takut hamil di luar nikah, kena penyakit seksual, ngga akan ada aborsi, ngga akan ada pernikahan terpaksa dan anak2 yang jadi korban orangtua yg tidak siap punya anak. Masadepanmu juga ga harus dikorbankan utk urus anak di saat ga siap.

6.Kamu tau kamu dinikahi karena ia mencintaimu. Bukannya bertanggungjawab secara seksual atas kamu.

7.Hubungan seksual sebelum menikah itu menipu. Karena tidak ada tanggungjawab dan beban apapun sebelum menikah. Sehingga jika keseruan itu hilang setelah menikah, itu karena kamu punya perbandingan keadaan.

8.Itu hadiah dari Tuhan untuk pernikahan. Jika hadiahnya sudah kamu ambil duluan, apa lagi sisanya?

Tuhan membuat peraturan untuk kebaikanmu. Supaya hidupmu tenang dan hatimu damai.

Friday, April 29, 2016

percakapan bodoh dengan si patah hati

+ lo pernah ga ngerasain kangen, yang kangen banget-bangetan, sampe lo tuh secara fisik ngerasain sakit?

- this is about stranger guy, again? hahaha gue kiraa udah kelar. Ternyataaa masihh ajeee....

+ *menghela napas panjang*

- sudahlaaah. lupakan saja. Menurut gue ini kisah cinta lo yang paling ga masuk akal.

+ heh..love story could begin anywhere, tauk!

- iyaa tapi gak kayak gini juga sih. Lo liat mukanya aja belom pernah. bahkan denger suaranya pun belom pernah kan...

+ yaaasihh. Tapi dia buat gue nyaman. Gue ga peduli sama tampangnya mau secakep Tora Sudiro kek, atau mau sejelek Gerald Butler kek.. i'm gonna still love him. He's my comfort zone.

- omong kosong. Lo pasti ilfil klo tau kenyataan bahwa orang itu jelek. Gak ada orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama karena liat kepribadiannya. Semua orang jatuh cinta pada pandangan pertama, karena dia liat orang itu cantik atau tampan. Selain ituu, Narji tuh jelek. Gerald Butler mah ganteng.

+ kok lo jahaat banget sih ngomongnya...

- gak jahat. Tapi emang gitu kenyataannya. Yaaah, nanti juga lama-lama lo sembuh sendiri. Time heals, kok. Tenang aja yaa.. *pukpuk*

+ yeaah. time heals but heart never forget. Yaa, gue sekarang emang udah mulai terbiasa sih. Hanyaa, terkadang suka ada satu titik, yang rasanya kosong.

- hmm...masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, untuk melupakan. Tapi, mau atau tidak mau, untuk melupakan. Nah, berhubung lo udah banyak memakai porsi hati lo untuk 'berpikir' mengenai hal ini, which is hati diciptakan bukan untuk berpikir karena dia ga punya otak. Jadiii yaaaa, gemanaa dong? Hahaha. Gue jadi ikutan bingung

+ tapi, sekarang gue kangen banget sama dia. Gue kangen bercandannya dia. Kangen sweet talk-nya dia. Walaupun hanya lewat bahasa tulisan, i know he spoiled me. Dan, dia pendengar yang baik. Seharian nemenin gue yang membosankan ini dan dia ga bosen.

- lo itu ga kangen sama dia, as a person, because you don't know him, dear. You just missed the moment. The moment you shared with him. That's all. This is not love. This is just a fling. Soon you will be get over it.

+ tapi.. ini bukan fling. This is true what i feel...

- ssssttttsss!!! Cukup. Tau gak, selain anak kecil, ada tiga jenis orang yang susah diajak ngomong. Satu, orang lagi mabok. Dua, orang lagi jatuh cinta. Dan, tiga, orang lagi patah hati. Nah, lo kan termasuk bagian dari orang ketiga nih. Jadiii, percuma lah gue kasih lo input kayak apaa juga.. tetep deh ga akan masuk ke otak lo. Jangankan ke otak. Masuk telinga pun kayaknya engga.

+ kenapaa sih jahaat banget kayak Rangga. Ini looh hati gue lagi meranaa tauuk. Hibur kek. Apaa kek.

- hahaha. Tuhhh kan tuuh kaan. Susaah udah. Dinikmatin aja lah patah hati-nya. Kalau berani jatuh cinta, udah sepaket mesti siap patah hati. Udeeeeh... ga usah sedih-sediih. Muka lu ga cocok buat yang sedih-sedih. *pukpuk*

Sunday, April 3, 2016

Anak, Sekolah dan Problematikanya

Sesaat pas gue mau nulis tentang ini, gue bingung juga mau ber-prolog seperti apa. Bingung juga mau menyampaikannya gemana. Padahal gue udah on fire banget nih. On fire yang klo lo baca dengan intonasi yang salah, lo akan menangkapnya kenyinyiran gue. Hahahas as usual laah ya.

Hmmmkeeeey, jadi begini ceritanya.

*mohon maaf kalau ada pembaca yang keki karena penulisan 'keeeyyyy'. Aku padamu*

Lanjut...

Berawal dari kisruh ortu murid kelas anak gue, yang bawel mau ngajakin rapat karena katanya ada kasus. Yang kemudian di imbuh kan oleh beberapa ibu-ibu yang mengatakan, "ayolaaah, demi anak-anak kita..."

Gue aga deg2an nih. Ada apaa.. adaa apaaa.. apa ada cinta dengan rangga? Apaa #adaAqua mungkin? Imajinasi gue udah berspekulasi sedemikian jauh ngebayangin anak kelas dua es de tuh klo berkasus apaan sih kasusnya.

Tapiiii, teteeep. Gue ga datang. ^^v hahahas.

Gue emang termasuk deretan ortu yang cuek klo ada begitu-begituan di sekolah. Entahlah...mungkin di deretan itu hanya ada gue dan nyokap gue kayaknya. Hahahas. Gue lebih sebagai penonton aja sih. Pokoknya, anak gue sekolah yang baik, yang pinter. Trus gue dan suami gue sebagai orang tua kebagian bayar uang sekolah. Udah. Males deh ikut2an rapat inilaaah, rapat itulaaah. Tiap hari nongkrong disekolah, bukan untuk urusan anak, tapi karena ada "kepentingan".

Emang ada yang kayak gitu?

Nih gue kasih tau. Ada. Dari jaman gue masih sekolah, sampe skarang gue sekolahin anak gue... ada ajaa tuh orang tua yang repot banget hidupnya. Pertemanan dikalangan orang tua murid itu fake, saudara-saudara. Hahahahas. Hidup berasa banget kerasnya klo lo terlalu attach sama genk emak-emak disekolahan. Lebih sadis daripada genk senioritas di sma.

*Beuuh gilaa, berasaa ga gue on fire banget*

Prolog gue udah kejauhan banget nih. Padahal yang mau di sharing-in bukan intrik pertemanan emak-emaknya, tapi kasus yang terjadi.

So, kasus yang terjadi adalaah beredarnya pemakaian F word dan B word yang sudah menjadi kata sehari-hari. Bahkan, mereka udah tau mesti ngacungin jari apaa klo ngomong. Trusss, gong-nya niih, ditemukan gambar tangan cewe naked.

Langkah yang diambil buibuk ini adalah dengan membuat surat petisi ke kepala sekolah untuk minta ditindaklanjuti. Ditindaklanjuti ini dalam artian, supaya guru-gurunya lebih waspada gitu laah sama hal-hal macam ini, trus diadakan dialog gitu ke murid kelas besar.

But, in my opinion, langkah para ibuk ini terlalu berlebihan.

Memang menjadi tanggung jawab sekolah, karena terjadi di lingkungan sekolah, tapi menurut gue ga perlu sampai menyudutkan pihak sekolah dengan membuat petisi segala. Hal-hal seperti itu muncul dari bagaimana si anak dididik di rumah dan bagaimana lingkungan bermain dirumah. Semua berawal dari rumah, moms.

Yaa, memang sekali anak gue pernah nanya soal F word dan middle finger. Yaudah, gue jelasin klo itu umpatan kasar dan kamu ga boleh kayak gitu. Kalau ada temen yang kayak gitu, kamu diemin ajaa. 

Para ibuk itu lupa kali yaaa jamannya mereka sekolah. Sekolah kan selain kita dapet pelajaran yang formal, kita juga dapet pelajaran informal yang ga mungkin ortu kita ajarin. Hahahahas. Beneraaan deh.

Gue masih inget kok, pas gue sd, ada temen cowo gue yang nunjukkin gambar bokep ke gue. Trus gue yang "kyaaaaaaa....iiihhh apaaan sih", sambil gue jorokkin dia.

Itu jaman gue sd loh. Itu temen gue, ngeprint gambar bokep trus dia bawa kesekolah. Apalagi jaman sekarang kan.

Kita sebagai orang tua memang mesti aware dan concern, tapi tetep ada batasnya. Jangan berlebihan kek gitu. Waktu anak di sekolah cuman sebentar loh. Sebagian  besar waktu anak ada drumah. Belom lagi klo anaknya pake les-les an kaaan. Nah, di tempat les itu dia akan ketemu temen yang beraneka ragam lagi background kehidupannya.

Gue bukannya mau ngentengin masalah ini yaa. Sedih juga memang, melihat anak kelas dua es de sudah piawai memainkan jari tengah nya dan sudah fasih sekali melafalkan kata F dan B word. Tapi, yaaa kita memang ga bisa menghindari itu. Itu balik lagi ke gemana anak kita dibekali dari rumah dan bagaimana lingkungan mainnya dia.

Dan percuma juga kalau guru-guru mesti kasih pengawasan ekstra atau mengadakan dialog. Karena pasti akan ada masa nyaa sih, anak akan mengetahui hal-hal nyeleneh, dan itu bisa diketahui jelas-jelas dibawah idung lo tapi lo ga nyadar.

Makanya, hubungan antara anak dan orang tua itu emang perlu banget. Gak hanya sekedar hubungan doang, tapi ada kedekatan juga. Dimana, ketika anak curhat atau bertanya sesuatu hal yang baru, kita ga serta merta marah dan menuduh sekolah memberikan pengaruh yang buruk. Percayalah, ga ada sekolah yang memberikan pengaruh buruk. Mau dia sekolah katolik atau kristen ataupun sekolah dengan digit tertentu, akreditasi A, B atau AB atau O -- eh itu golongan darah yaa -- yaaa apapun itu institusinya, pasti adaa ajaa masalah kayak gitu, tinggal gemana anak kita dapet pembekalan dari rumah ajaaa~

Dan untuk prihal gambar perempuan naked~ memang itu sudah termasuk hal pornografi. Tapii, gue aga kurang setuju klo seutuhnya menyalahkan sekolah, karena sekolah ga mungkin ngajarin kayak gitu kan. Si anak cuman 4 jam loh disekolah. Selebihnya kan dia dirumah sama orang tuanya. Anak yang gambar itu mesti ditanya, liat seperti itu darimana, kok dia bisa membuat ilustrasi demikian. Abis itu diarahkan ke info yang baik dan benar. Jangan langsung di judge yang enggak-enggak. Tau kaan, anak semakin dilarang, semakin dia kepo.

Berdialog secara pribadi antara orang tua dan anak akan jauh lebih efektif, ketimbang sekolah yang ngajak berdialog dalam jumlah besar. Kayak mau dengerin ajaaa anak kelas besar-nya. Dan, yaaa dari pihak sekolah, guru-guru yang kalau mendengarkan ada keluhan dari anak lain atau mendengar secara langsung, bisa segera ditegur atau yaa dpanggil secara pribadi.

Gitu deh kira-kira. Semoga bisa jadi pembelajaran bersama yaaa~

Problemnya anak gue cuman satu sih. Pensil sama penghapusnya doyan banget ilang. Itu bikin gue marah besar. Pensil sama penghapus tuh ga murah loh! Harga pensilnya dia sekotak bisa dapet komik satu buat gue. Grrrrr.

Wednesday, March 30, 2016

Late Conversation

,,Sebenarnya, hubungan kita ini apa sih?''

,,Kita ga ada hubungan apa-apa"

,,Maksut kamu, semua ini fake?"

,,Yup. Fake relationship. Awalnya ini semua bercandaan aja kan? Sejak kapan ini jadi real sih?,,

''Huft. Thats tough question. Entahlaah... yang pasti aku mulai nyaman bersamamu. Hmm kita ga bisa buat ini jadi real-kah? Aku tau kalaupun ini jadi real, ga akan dibawa kemana-mana juga. But, at least we can try"

,,So sorry, baby. We can't''

,,Then we can't be friends anymore"

,,Why? I will walk through hell with you"

,,Walk through hell, bagaimanaa? Kalau hell nya itu kamu..."

,, ... "

,,Baiklah. Aku rasa yaa memang sudah seharusnya sudah. Terima kasih untuk waktu singkat yang sangat menyenangkan. Salahku. Ga bisa maintain perasaan"

,,Aku juga minta maaf. Take care yaa. Hmm... and see you around"

Sunday, March 27, 2016

Welcome To Marriage !!!

Perhatian :: sebelum membaca post ini lebih lanjut, mohon maaf kalau terdengar nyinyir dan menggurui. Percayalah, gue menulis ini ga sambil emosi kok. Tapi sambil neriakkin anak-anak gue yang berlompatan di tempat tidur. Tapii, kalau lo ngebacanya pake emosi nyinyir gitu, aaah mungkin itu karena kena di lo ajaa kali. piss loph n gaoowl!!


Welcome to the jungle, gaes!!! *angkat botol raddler grapefruit*

Taun ini temen-temen gue banyak mulai bernikahan dan baru punya anak gitu. Mengecap indahnya pernikahan tahun pertama dan menikmati buah hati pertama yang sedang lucu-lucunya. Sementara gue, gue sedang mengunyah indahnya pernikahan tahun kedelapan gue dan sedang jejingkrakan bareng ketiga anak gue yang lagi...aah sudahlah. Hahahahas. Seru kok. Tenaang aja. Nanti juga kalian akan sampai pada tahun dimana skarang gue berpijak. Pernikahan gue emang udah delapan taun, tapii rasanyaa tuh kayak baru delapan jam..............tahan napas di bawah air ^^V

Biaya nikah mahal, dibuat semewah dan se-unforgetable itu, padahal cuman buat semalam doang, trus lo nikahnya cuman buat setaun atau dua taun? Plis deh. masih banyak cara buang uang yang lebih berguna selain itu. Kasih aja ke gue, mayan nih buat bayar uang sekolah! Jadii, pastikanlah keindahan dan kemewahan sertaa janji sakral yang kalian ucapakan itu memang benar adanya sampai maut memisahkan.


Walaupun pernikahan itu ga ada manual book nyaa - do's or dont's, tapii harusnya sih tanpa harus dijelaskan udah paham laah aturan mainnya. Hanyaa terkadang gue suka melihat ada ajaa yang keliatannya belum paham gitu.


Gue bukan ekpertisi dalam dunia pernikahan. Gue pun masih belajar dan akan terus belajar. Jadi, gue bukannya sotoy atau sok iye gitu yaa. Cuman mau sharing ajaa gitu. Hehhehe.


Dari semua tips and trick about marriage life, ada satu yang - menurut gue - krusial dan paling esensial.


Drum roll please....


Adalah ketika lo pengen curhat atau ngedumel soal pasangan lo.


Di sosial media? TETOOOOT!!!! X X X IT'S A BIG NO NO!!!


Ga usah nanya kenapa deh. Hahahas.


Tapi karena lo pengen tau kenapanya, baiklaah akan gue jelaskan secara garis besar.


Karena nantinya akan meninggalkan perspektif yang berbeda terhadap lo dan pasangan lo. Selain itu, ketika nanti ada orang yang komen "kenapa, dear?" -- itu bisa dua tipe. Tipe satu, dia emang peduli sama lo. Tipe dua, dia cuman kepo ajaa, yang nantinya lo akan jadi bahasan dia dan temen-temennya ketika mereka bercengkrama di coffee shop. Even udah lo inner circle-in post an lo, tetep ajaa itu ga enak buat diliat sesungguhnya.


Apapun yang terjadi di dapur rumah tangga lo, biarlah itu ada di dapur rumah tangga lo. Ada yang bisa lo bawelin di sosmed, ada juga yang ga bisa lo bawelin di sosmed.


Curhat ke sahabat? Hmmm yaaa itu aga tergantung juga sih ya. Kalau teman lo itu bisa berpikir dewasa dan objektif yaaa silahkan sih. Hanya terkadang klo kita curhat sama temen gitu, hmm secara kita ga sadari, kita semacam menjatuhkan harga diri pasangan kita (ini juga berlaku buat yang curhat di sosmed loh), dan nantinya ketika kita udah baik-baik aja sama pasangan kita, eeh sahabat atau temen kita yang masih keki. Trus jadinya pasangan kita malah jadi minus terus di mata sahabat/teman kita.


curhat ke teman lain jenis? TETOOOTTT!!!! THIS IS ANOTHER BIG NO NO!!!!  

Bagian yang ini aga tricky nih. Karena yang udah-udah berawal dari teman curhat bisa jadi teman tidur. Yang awalnya curhatnya hadap-hadapan, nanti bisa curhatnya pangku-pangkuan. Kecuali klo lo yakin teman atau sahabat yang beda jenis ini, emang real friends of ur mine. Bukan yang teman baru kenal sekian bulan. Misalnya teman di kantor~ *siulsiulsantai*


Curhat sama ortu atau keluarga? 

Ini sah-sah aja. Malah lebih baik gitu. Tapiiii... -tetep ada tapinya - lo curhat ke ortu lo beneran minta opini atau karena lo minta backing-an? Ada aja loh, ortu yang sanking... entah sanking apaa, udah tau anaknya salah, malah belain anaknya. Bersyukur laah gue, punya emak dan bapak yang selalu objektif. Yang ketika gue berantem sama suami gue, mereka ga memihak salah satu diantara kita. Klo gue salah yaa gue salah. Daan, yaa gitu deh... apa yang quotes dibawa ini bilang emang ada bener juga.




Biasanya ini yang mantu ga cocok sama mertua-nya gitu. Hahahas. Semogaaaa gue entar klo jadi mertua ga rese yaaa. Dan, kembali bersyukur gue ga punya mertua yang rese ^^V malah kadang gue suka minta backing-an dari mamer gue, kalau suami gue yang rese. Hahahahas. Ya tapi ini semua kembali ke gemana lo dan pasangan lo, memberikan seberapa banyak porsi mereka - family member - untuk turut andil dalam kehidupan berumah tangga lo.


Terusss gemanaa dong, Ji kalau gue mau curcol atau nyinyirin pasangan gue? Hahahas. Yaaa ga gemanaa gemana laaah. Ngomong aja langung sama pasangan lo. Klo lagi sama-sama emosi emang susah mendengarkan. Jadi yaa biarkan emosi dulu, baru klo udah adem-an diajak bicara baik-baik. Atau kalau gue sih, karena gue lebih bisa menyampaikan lewat bahasa tulisan ketimbang bahasa lisan, yaa gue ketik via whatsapp atau via email gitu. Urusan nanti dia mau baca atau gak.. yaudaah. Sebenarnya dengan seperti itu , gue udah mengeluarkan uneg-uneg dan itu cukup melegakan juga sih. Iyaa, walaupun dia ga baca. Hahahas. 

Ataaaaau... 

Hmmm gue punya satu akun twitter yang gue protect dan gue pake email yg lain, dan nama yang ga ada sangkut pautnya sama gue. Buat apa? Yaaaa buat gue ngedumel tanpa orang lain bisa nge-judge gue dan pasangan gue laaaaah~ hahahahas. Aman kan!


Yaa sekiranyaa gitu deh, yang bisa gue share saat ini.


Kalau pasangan lo rese, yaaa ga boleh keki laaah. Kan lo juga yang sudah memilih dia. Berarti kan udah sepaket kan tuh terimanya, yang manis-manis dari dia, sama yang bangsat-bangsatnya juga. Kalau dia rese, yaa lo rese-in balik laaah. Hahahas. Jangan mau kalah dong.


Udaah-udaah makin ngaco nih advice nyaa. Baiklaah klo begitu. Selamat datang sekali lagi. Inget, kalau berantem hanya karena hal sepele, itu belom ada apa2 ajaaa, dear. Bersiaap untuk yang lebih besar! Perjalanan masih panjaaang!


Cheers!!! *angkat botol Raddler GrapeFruit*

Ps :: iyaaa saya lagi tergila-gila sama Bintang Raddler rasa grapefruit. enaaaaakk!!! Kyaaaaaa~~