Wednesday, November 4, 2009

cerpen saya

seperti yang sudah saya janjikan beberapa waktu silam. saya sudah posting cerpen yang menjadi tugas mata kuliah creative writing. judulnya 'my lovely oddy'. klo kata dosennya sih jalan cerita nya oke...nah kayak apa ceritanyaaaaa? boleh loooh di bacaaa....trs kasih komentaaaaar laaaaah...okokoks...ya uds deh cuman mau bilang itu aja disini..ntr ganti lembar lagi...cerita yang lain..okoks. thx muchoooos...

my lovely oddy

Masih teringat dengan jelas, sore itu, saat matahari dengan sisa tenaganya berusaha menghangatkan Taman Kota, tapi saat itu sudah tidak ada lagi kehangatan di antara kami.

Entah kenapa, saat itu dia terlihat tampan sekali. Walaupun saat itu dia berpakaian berbeda dari biasanya. Dengan kemeja flanelnya yang berwarna biru cerah, dipadu dengan jeans yang sudah mulai pudar dan sneakersnya. Oke, mungkin menurut kalian itu enggak oke, tapi buat aku saat itu dia sangat tampan. Belum lagi rambutnya yang tertata rapi, walaupun dengan tatanan yang seperti biasa, tapi saat itu dia best part banget deh. Mungkin itu semua juga pengaruh cahaya matahari sore yang menerobos lewat sela-sela dahan sehingga menimbulkan bias. But whatever, dia sangat oke sore itu.

Kita hanya saling terdiam, hanya berucap melalui tatapan. Aku hanya ingin dia tahu bahwa aku sangat menyayanginya, mencintainya. Yang ku inginkan hanyalah dirinya. Tapi aku tahu, bahwa aku dan dia tidak mungkin bersama. Mungkin sore itu akan menjadi hari terakhir pertemuanku dan dia. Saat terakhir aku bisa memandang wajahnya tampannya, menikmati senyumnya yang jenaka, merasakan rangkulan hangatnya di pundakku. Ciuman mesranya di bibirku. Semua. Semua yang pada dirinya akan lenyap saat esok hari ku buka mata dari tidur malamku.

Bukan perbedaan yang memisahkan kita, tapi justru persamaanlah yang tidak bisa membuat kita satu.

* * *

TOK TOK TOK....

,,Fic, banguuun!!! Katanya kamu siaran jam 8. Sekarang udah jam 7 niiiih”

Masih belum terdengar jawaban

,,Ficaaaa......”

Tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar

,,hosh...hosh...Pagi Mbak Desi. Hosh..hosh...Makasih Mbak udah di bangunin. Iya iya, aku telat nih” kata Fica sadar diri sambil beres-beres.

,,Emang tadi malam kamu ngapain sih? Bukannya, kamu yang tidur duluan yah?” Orang yang di panggil Mbak Desi hanya bersandar di pintu, seolah tak ingin mengganggu acara tergesa-gesa Fica.

,,Iyaaa, aku emang tidur duluan, tapi pas lagi bengong seblum tidur, tiba-tiba dapet ide program acara baru buat di radio, jadi langsung bangun lagi buat nyusun konsepnya. Eh, Mbak, aku berangkat yah, aku pake motor Mbak deh, bensinku tiris, pasti gak sempet nih. Chaaaaw...” Fic tergesa-gesa melewati Mbak Desi di pintu.
,,Wooooi Fic, kamu enggak mandi?”

,,Enggaaaak. Byeeee”

,,Lepas dulu tuuuh roll rambut”

,,Haaaah. Oh iyaaa, nih Mbak” seru Fica sambil melempar roll rambutnya. ,,Waaaaa, udah jam setengah delapaaan”

,,Hati-hati Fic. Jangaaan....”

Fic langsung tancap gas.

,,ngebut...” kata-kata terakhir Mbak Desi hanya terhempas oleh debu yang di tinggalkan motor Fica

* * *

Haaah, akhirnya nyampe juga di Prambors. Paraaah, udah jam sembilan aja. Telat siaran banget nih. Haduuuh, bisa-bisa aku di pecat nih. Matilah aku.

,,Fhik, tumben pagi amat datengnya?” sapa Ocha si tukang angkat telepon

,,Heh, gak usah nyindir deh.’’ , bt dong di sindir gitu. ,,Wah, thanks muchos banget nih, si Reno mau ngisi siaran aku yang kosong.”

,,Hmmm...aku ngerti deh sekarang. Dasar Fica pikuuun. Emaang hari ini bukan jadwal kamu siaran kaaan. Kamu kan masih nanti jam 11 harus ke XXI Senayan City buat ngeliput film Hanun. Dasar dodooool.”

DOEEEENG.....

* * *
,,Permisi. Boleh saya duduk disini?”

,,Oh ya. Silakan.”

Aiih, ini orang laki-laki atau perempuan sih? Kalau laki-laki, tekstur wajahnya terlalu halus untuk seorang laki-laki dan terlalu putih. Belum lagi badannya, memang sih tingginya masih lebih tinggi dari aku, tapi bentuk badannya enggak segagah laki-laki. Jarang banget ada laki-laki punya wajah semulus ini kecuali Michael Jackson.

Tapi kalau perempuan, agak di ragukan juga. Masalahnya, dari penampilannya emang laki-laki banget sih. Celana panjang bahan, kemeja putih lengan panjang di gulung setengah, sepatu pantovel. Ya, potongan eksekutif muda dengan gaji yang lumayan lah. Rambut pendeknya tertata rapi, dengan poni yang dimiringkan.
Semakin membingungkan saja. Tapi, ada satu hal yang tidak bisa disembunyikan oleh perempuan.

Dada.

Yes, breast.

Itu kan salah satu perbedaan yang mencolok antara laki-laki dan perempuan.

Er, tapi kok aku enggak melihat ada dada di situ yah? Aneh. Oke, berarti kesimpulan terakhir adalah dia laki-laki. Laki-laki cantik. Kalau artis tuh mungkin sejenis Roger Danuarta. Tapi kok feeling gue tetep ngotot dia perempuan yah. Ck ck ck ck jaman makin canggih, orientasi seks makin gak jelas.

,,Ga ikut wawancara kesana?”

Weeeits, suaranya kayak laki. Berarti dia laki dong.

,,Sorry”

,,Hmm, enggak ikut wawancara kesana?”

,,Oooh. Enggaklah, lagi ramai. Pelan-pelan aja. Lagipula tadi udah sempet kok wawancara sebentar sama Mas Hanun-nya.”

,,Eh, sorry. Saya Oddy.”

Namanya Oddy. Cukup imut buat nama seorang laki-laki.

,,Sorry, siapa?”

,,Oddy. Ehm, sebenarnya nama saya Audrey. Tapii, apa dengan penampilan seperti ini saya pantas dipanggil Audrey?” katanya sambil tertawa sendiri.

[speechless]

,,Hee. Oke. Saya Fica. Pacifica. Tapi, saya biasa dipanggil Fica.”

Dia perempuan. OKE.

,,Oke. Jadi saya panggil kamu Fica dan kamu panggil saya Oddy”

,,Oke”

Aku jadi bingung kemana arah pembicaraan ini.

,,Hmm, saya tadi duduk di sebelah kamu loh”

,,Oh...iya”

Aku semakin bingung.

,,Sepertinya kamu tidak nyaman berbicara dengan saya. Hmm, saya tahu. Saya ini perempuan. Hahahhaha.” Tiba-iba Oddy tertawa cukup keras

Sangat tergambarkah di wajahku?

,,Oooh. Oke. Hahahhaa.”

Mau enggak mau, aku pun ikut tertawa bersama dia dan pembicaraan absud-pun mengalir di antara bibir kita sampai waktu yang tak terbatasi ruang dan waktu.

* * *

Enggak terasa udah 2 bulan sejak aku dan Oddy berkenalan saat premier film Mas Hanun. Hubungan kami makin hari, makin akrab, makin intim. Entahlah, kadang aku merasa ada yang salah dalam hubungan kami. Tapi, aku terlalu pengecut untuk mengakui hal itu. Aku suka Oddy. Aku sayang Oddy. Cinta? Entahlah, kurasa terlalu cepat untuk bilang cinta. Lagipula, kami kan sama-sama perempuan. Agak rancu perempuan dengan perempuan berpacaran, walaupun hal itu memang ada, apalagi di kota Jakarta. Tapi, entahlah, masih sulit. Bukankah Tuhan menciptakan perempuan untuk mendampingi laki-laki bukan sesama perempuan.

Banyak orang berkomentar tentang kedekatan kami. Termasuk Ocha, sahabatku di kantor, dan bahkan Mbak Desi, orang yang sudah ku anggap kakak. Mereka sangat berhati-hati dengan hubunganku dan Oddy. Ku akui Oddy memberi banyak perubahan dalam hidupku. Pekerjaanku di kantor hampir mendekati sempurna. Hubungan sosialku terbuka lebar. Aku bukan lagi Fica yang cupu. Fica yang tertutup. Terkadang zona aman membuat seseorang tidak dapat melihat kehidupan melalui kacamata yang besar. Oddy membawaku keluar dari zona amanku. Sekarang Oddy adalah zona amanku. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Ocha dan Mbak Desi, bahwa hubungan kami lebih dari sekedar pertemanan. Tapi, entahlah, aku dan Oddy hanya menjalankan saja. Tidak ada komitmen apapun. Kami hanya saling mengerti. Oddy sangat menjagaku dengan baik. Oddy memang bertingkah seperti laki-laki dan bertindak seolah aku ini kekasihnya dan entah kenapa, aku justru senang, aku tidak merasa risih justru aku merasa nyaman berada di dekatnya.

Mungkin benar.

Aku mencintai Oddy.

* * *

Hari ini Sabtu. Seperti kebanyakan pasangan yang sedang dilanda asmara, aku dan Oddy sudah mempunyai banyak rencana untuk berakhir pekan bersama.

Akhirnya, sebuah status terungkap dalam hubungan kami.

Kami pacaran.

Aku dan dia.

Pacifica dan Audrey.

Fica dan Oddy.

Berbeda dengan akhir pekan yang sebelumnya, kali ini kami memutuskan untuk berakhir pekan di apartemen Oddy saja. Menghabiskan waktu berkualitas kami dengan menonton dvd. Entah sudah beraa keping dvd yang kami lahap dari siang tadi. Dam sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam waktu apartemen Oddy. Suasana semakin hangat dan mesra, menyaksikan 50 first date sambil ditemani secangkir susu coklat panas. Oddy mendekapku dengan erat. Seolah besok hari kiamat.

Tiba-tiba, Oddy mengangkat wajahku dekat sekali dengan wajahnya. Aku bisa merasakan tiap desah nafasnya membelai wajahlu. Aku lemas tak berdaya, tak dapat bergerak, tak dapat berkata-kata, dan menanti dalam diam apa yang akan terjadi selanjutnya. Perlahan tapi pasti bibirnya mendekati bibirku. “Aku mencintaimu, Fica”. Lalu aku memejamkan mataku dan aku bisa merasakan bibir hangatnya menyentuh lembut bibirku dan aku-pun membalas ciumannya, aku-pun mencintaimu, Oddy.

* * *

,,Sayang, kamu kenapa sih? Belakangan ini kayak orang kebingungan” kata Oddy sambil memelukku lebih erat lagi.

,,Hmm, masa sih? Aku baik-baik aja kok.”

,,Kalau ada sesuatu, cerita aja. Sebisa mungkin aku bantu cari jalan keluarnya.” Oddy sekarang menatapku lekat-lekat.

Aku tidak kuat lagi. Benteng air mataku pecah. Air mata mengalir deras.

,,Loh, kenapa kamu nangis?” Oddy semakin erat memelukku. ,,Apa aku menyakiti kamu?” katanya lagi sambil membelai kepalaku mesra.

Aku hanya menggelengkan kepala dalam pelukannya. Aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Aku takut kehilangan Oddy. Tapi aku enggak bisa bersama Oddy. Pasti akan banyak sekali yang harus aku korbankan, bahkan keluargaku dan aku gak bisa.

,,Fica, sebenarnya aku sudah tahu pasti hal ini akan terjadi. Aku tahu, aku tidak akan lama memiliki kamu.”

,,Oddy, maafkan aku.”

Hanya itu kalimat yang keluar dari bibirku. Oddy masih tetap memelukku erat. Seolah ingin menyalurkan semua energi cinta kasihnya kepadaku. Cinta Oddy yang tulus. Cinta Oddy yang murni. Tapi sepertinya cinta Oddy salah alamat. Cinta Oddy bukan untukku. Cinta Oddy untuk perempuan yang lain.

* * *

Sejak hari itu, tiga hari kami tidak saling memberi kabar. Sampai pada akhirnya, aku memberanikan diri untuk menghubunginya. Aku sangat merindukannya. Tidak. Aku tidak boleh merindukannya, aku harus melepaskannya.

Dan sekarang di sore yang indah ini, di depanku sudah berdiri seorang Oddy yang kucintai. Aku ingin mengucapkan salam perpisahan. Kami memulai hubungan dengan baik maka kami akan berpisah dengan baik pula.

Aku dan Oddy sama-sama diam. Hanya berkata lewat tatapan. Aku bertahan dengan sekuat tenaga supaya air mataku tidak jatuh.

Oddy mendekatiku, lalu dia memelukku sangat erat. Sangat erat seolah tak mau berpisah. Aku membalas pelukannya dengan sama eratnya dan pertahanan ku runtuh. Aku menangis dalam pelukan Oddy. Tangisan terakhirku untuk Oddy.

Aku terlahir normal dan apapun alasannya selama aku hidup, aku harus normal. Aku dan Oddy memang saling mencintai, tapi mungkin cinta kita salah alamat.

Oddy mengangkat wajahku dan mendekati wajahnya ke wajahku. Di sore yang cerah itu, di bawah pohon rindang, Oddy mencium bibirku mesra untuk yang terakhir kalinya.


S E L E S A I

Tuesday, October 27, 2009

untitled

alooohaaaa...hahhahahs lama tak bersuaa..

klo gak salah hari ini hari blog sedunia...wooow...selamat buat kamu semua yang punya blog termasuk saya sendiri.

sebagai orang yang puny ablog gue termasuk orang yang mood-mood an posting blog. banyak banget deh alasan yang menyebabkan gue gak bisa posting cerita.

jadi biungung mao sharing apah.

sekarang lagi musim ujan nih. kampusgue becek banget klo musim ujan, secara belom utuh yaaah pembangunannya....jadi banyak banget tanah merahnya. kebayang dong klo ujan kayak apaan tauk. dah gitu posisi kampus gue yang jauuuuuuuuh banget. sangat amad pelosok. payah deh. udah berasa di kenya aja deh klo kalian ke kampus gue. apalagi klo angin bertiup...wuuuuuih, dari dalem lo akan ngeliat pasir-pasir berterbangan. persis kayak di filmfilm yang syuting di gurun pasir gitu deeeh. hahhahahs....udah gituh kemarin kan lagi ujan yang deres banget nooh trs kan ada petir yang hebooh banget noooh, masaaa yaa kaca perpus gue ampe begetaaaar gituh. gilaaaaa sereeem gak sih. untung gak roboh niii kampus pas gempa...mang canggih daaah kampus gue...

huuuuuff, gue pengen berlibur deeh. pengen kabur ke belahan dunia yang lain. lagi sumpek niiih sama idup guee...hahhaha sgaya amad daaah gue. tapi emaaang gitu siiih. kayak pengen berganti kehidupan ajaaah.

ayo ayo sapa yang mau tukeran kehidupan sama saya??? hahahahs tapi gak boleh cinta sama ka ricky dan radit yaaah....hahhahas

iyaaaa, gue cinta sama ka ricky dan radit.

====================================================================================

oiyaaa gue kan waktu itu disuruuuh buat cerpen yaaah buat tugas 'menuliskretif' naaah ada nih cerpen gue...aga terinspirasi sih dari novel karya andreiaksana yang berjudul dicintai jo. hmm, mungkin aga copy the master siiih,,hahahahs. naah dah gitu, idup gue lagi menyinggung ke arah situ. ntaran deh yaaah gue posting cerita gue itu. tapi jangan di olok2 yah klo jelek...hahahas.

====================================================================================

kadang suka pengen punya pacar deeh...

====================================================================================

kangan sama semua yaaang dulu...

====================================================================================

edwin apa kabar yaaah??

====================================================================================

okee. harus udahan..

duuuuuw

Wednesday, September 23, 2009

haaaai again.....

halo halo semuaaa

met lebaran yaah buat yang merayakan...

haaaaaah......*menghela napas sangaaaaat panjang.

gue lagi libur nih...2 minggu ajah, tapi rasanya dah bosen ajah. gue ngerasa kampus tuh tempat gue, bukan dirumah. haaaah, capek 2 minggu jadi upik abu. dah gitu susternya radit pake acara gak balik lagi/.....bikin rempong aja. sapa dong yang jagain pas gue kuliah.

tapi sebenarnya bukan itu sih yang jadi masalah gue...

hmm...masalah, sebenarnya dibilang masalah juga bukan sih.

gue pengen cerita, pengen banget share ke kalian, tapi masih sulit. bukan sulit gemana mau ceritainnya, tapi pasti kalian nih temen2 sekampus gue,langsung pada tau orang yang gue maksud tuh sapa. karena si orang ini sangat complicated. gituuuh deh pokoknya...


haaaah, maaf yah klo blog yang sekarang aga sampah nih. lagi gak mood. waktu kemarin udag niat banget mau ke warnet buat posting, eh warnetnya tutup, bubar jalan deh . sekarang, gue lagi ninggalin radit sama laki gue. ntr klo gue sudah terhanyut ngetik trs tiba-tiba di sms suruh pulang kaaaan bt gue. jadii yaaah maaf deh isi sampahnya. hmmm, yang kemarin2 juga sampah sih. tapi yang ini lebih sampah lagi.

ya sud laaah yaaaah..talk to you later...duuduuuuw....

as usual, selalu ada tisam di blog gue...

saat ini tisam nya cuman buat connee ajah...
cepet dong isi pulsa. gue bosen, temenin gue. gue kangen sama lu.

Monday, September 14, 2009

kangen kelas ilkom 07 amad sangaaaaatt...

waaaaaaaa...........kangen.........

amazing 21

Haaaaai kawaaaaan. kembali saya berkutat di depan dekstop warnet paporit saya untuk berbagi kisah kehidupan saya kepada kalian semua...hahahhahahs

sesuatu yang baru terjadi dalam hidup saya. tepatnya 2 hari lalu di tanggal 12 September dengan bangga dan bahagia saya menyelesaikan usia saya yang ke 20 dan menyambut dengan lapang dada usia saya yang ke 21 tahun.

weeew, saangat canggih banget. ampe speechless. makanya judul amazing 21 emang udah yang paling tepat. emang sih gue gak dapet surprise apa-apa, tapi entah kenapa gue ngerasa canggih bin cemerlang aja gituh.

seperti yang gue tulis di update status facebook gue:
"amazing 21, amazing family, amazing friends and amazing love"

hahahahhas. bukannya mau sombong tapi gue gak nyangka aja klo bakalan dapet ucapan selamat yang banyak banget via facebook. dari keluarga, temen deket, bahkan temen jauh pun juga ngucapin. temen yang membuat gue ketika gue baca wall dari dia 'wooow, dia kasih selamat loooh ke gue...', yaaah aga membuat decak kagum laaah. ahahhahahahs. kira-kira hampir 100an orang deh. sangat senang gue, ternyata banyak yang sayang sama gue. hal kayak gini iniiih yang selalu ngebuat gue tersenyum dan bisa bertahan menghadapi idup gue yang absurd dan penuh kejutan.

hmmm, sebenarnya ada satu hal yang pengen gue cerita. masih seputar tentang idup gue. tapi hal ini sangat esensial klo dibahas sekarang...dan gue gak enak sama subjek yang akan gue ceritakan dalam blog gue ini.

sesuatu yang sangat esensial
sesuatu yang sangat menggemparkan *hahahahahs yang ini lebay
sesuatu yang sangat membuat siyook

gue aja masih gak habis pikir

tapi masih entaran gue bisa sharing nyaaaa

entaran kapaaan? gue juga gak tau...

duduuuuuh...gue lagi sakit perut niiih. pingin poopy deh,,,

tadi gue ke daerah tangerang yang gersang banget ituuuuh, trs kaaan anginnya kenceng banget tuh. kenceng dan pake bumbu hawa yang panas banget dengan sedikit topping debu-debu intan, naaaah gue gak pake jaket niiih ceritanya karena panas banget...naaaah alhasil adalah kayaknya gue masup angin deeeh. dan sekarang lagi di warnet dengan keadaan nahan poopy

hmmm...ganti postingan aaaah...

as usual mao tisaaaaaaam doooong
buat semua temen gue yang udah kasih selamat pas gue ultah via apapun

eska, ma sistah yang ternyata sayaaaaang banget sama gue, maav yaah gue terlalu bodoh untuk menyadari hal itu...

edwiiiiiiin,good luck dengan teman masa penjajakannya..hahhaahs

connee pacifika, wooooow.....

sekar, hahahahhahs.

shir dan lia, aku kangen banget sama kalian

Saturday, September 5, 2009

FREE SEX

Menjaga 100 anak kambing lebih mudah daripada menjaga 1 anak gadis
(Seorang Ayah)

Menurut kamu, untuk Jakarta kota yang sudah modern ini apakah masih tabu untuk membahas sesuatu yang berhubungan dengan seks?. Mungkin memang masih tabu ketika jamannya ‘emak-bapak’ kita, tapi kalau sekarang? Jika kalian ingat, kita sudah dibekali dengan pembelajaran mengenai seks sejak kita duduk di bangku SMP. Saat-saat di mana kita mengalami pubertas, pertumbuhan badan dan pematangan reproduksi. Tapi hal itu bukannya membuat kita merasa nyaman melainkan menjadi merasa rikuh jika hal itu di bahas. Konsep bahwa “seks adalah tabu” yang sudah lama tertanam, membuat remaja enggan untuk berdiskusi tentang seks dengan orang lain, apalagi dengan orang tua. Beranjak dari situlah, para remaja dengan rasa ingin tahunya yang besar, mencari tahu sendiri informasi mengenai seks. Sarana komunikasi dan informasi yang melaju dengan pesat turut serta membantu menjawab rasa penasaran para remaja. Majalah pria dewasa, stensilan, website porno, yang semuanya itu menjelaskan mengenai seks secara gamblang tanpa mengajarkan tanggung jawab dan resiko yang akan mereka hadapi. Dampaknya adalah mereka tanpa sungkan-sungkan mempraktekkan apa yang mereka ketahui. Nah, kalau sudah begini apakah masih tetap tabu ketika bayak janin-janin yang mati karena di aborsi? Apakah masih tetap tabu ketika panti asuhan penuh dengan bayi-bayi yang tidak diharapkan kedatangannya di dunia yang fana ini? Apakah masih tetap tabu ketika banyak berita yang mengatakan banyak ditemukan jasad bayi dibuang? Saatnya kita merubah pola pikir yang seperti itu. Seorang Ayah berkata, lebih mudah menjaga 100 ekor anak kambing daripada menjaga 1 anak gadis. Setiap kebebasan memiliki tanggung jawab, dalam hal ini setiap pribadi di tuntut untuk bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Jangan pernah termakan bujuk rayu ’suka-sama-suka’ untuk melakukan seks pra-nikah dengan iming-iming melakukan hubungan seks sekali tidak akan menyebabkan kehamilan, bahkan walaupun memakai kondom sekalipun. Tidak ada sisi positif dari seks pra-nikah. Yang ada hanyalah sejuta konsekuensi yang akan kamu dapati jika kamu tetap terus melakukannya. Dalam hal ini, dari segala sudut pandang yang akan selalu di rugikan adalah pihak perempuan. Ketika berbagai kontrasepsi ’fiktif’ tidak mampu menahan ’serangan’ dan akhirnya melakukan pembuahan dan akhirnya hamil, siapa yang paling terkena dampak? Akhirnya jalan terakhir yang dipilih adalah aborsi dengan sejuta alasan, si lelaki tak mau bertanggung jawab, kegamangan karena tidak siap menjalani peran baru sebagai ibu, menghindari aib keluarga. Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa setiap tahunnya terjadi 700 ribu kasus aborsi pada remaja yang dilakukan oleh dukun. Toh, pada akhirnya setiap laki-laki menginginkan calon istrinya nanti adalah seorang yang masih perawan sedangkan setiap perempuan yang akan menjadi pengantin tidak akan pernah tahu apakah calon suami nya masih perjaka atau enggak.
So, proud to be virgin buat kamu yang memang belum melakukan dan berpacaranlah yang sehat. Buat kamu yang sudah pernah melakukan hubungan seks pra-nikah, tidak ada kata terlambat untuk memulihkan diri. Ke-gaul-an kamu tidak akan di ukur dari berapa orang yang sudah kamu gauli. Buat kamu yang sudah pernah melakukan hubungan seks pra-nikah, tidak ada kata terlambat untuk memulihkan diri. Apapun alasannya, apapun bujuk rayunya, apalagi mengatasnamakan ‘cinta’, kamu harus tetap bertahan, karena seperti yang kita ketahui kata Agnes Monica, Cinta ini kadang-kadang tak ada logika. Mengulik dari sebuah penelitian absurd yang dilakukan oleh sebuah majalah gratisan yang bernama Provoke!, cinta itu berbanding terbalik sama logika, dan berbanding ajaib dengan nafsu. Maksudnya, kadang-kadang kalau kita menggunakan logika, cinta itu tidak masuk akal. Mau keteknya pacar kamu bau kaki, kakinya bau ketek, yaaa kalau udah cinta berarti cinta. Tapi kalau nafsu urusannya lebih ribet lagi, makanya dibilang berbanding ajaib. Bisa aja kamu bilang kalau nafsu beda sama cinta, tapi pada praktek di dunia nyata, kamu tidak akan mau mengejar sampai keliling dunia orang yang gak napsuin buat kamu kan?
Jadi pada intinya sih, antara cinta, logika dan napsu akan tetap menjadi misteri, dan yang kamu harus lakukan adalah supaya berpacaranlah yang sehat dan jangan sampai termakan arus globalisasi free sex.